Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Para guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tak perlu khawatir atau pun cemas terkait gaji mereka ditengah anggaran terbatas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Pasalnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim memastikan gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mereka tetap aman.
Sebelumnya diketahui, berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, jumlah tenaga guru di lingkungan Pemprov Kaltim mencapai 6.914 orang, sudah termasuk guru dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun PPPK.
Sekretaris Disdikbud Kaltim Rahmat Ramadan menjelaskan, untuk penggajian PPPK hingga saat ini masih menjadi prioritas pemerintah daerah, begitu pula dengan TPP, insentif dan sejumlah hak lainnya bagi guru PPPK. “Sejauh ini kalau gaji atau tunjangan TPP PPPK Insya Allah masih aman, apalagi tidak ada guru honorer lagi sejak akhir 2024,” ujar Rahmat Rabu (12/8/2026).
Tidak adanya guru honorer di lingkungan Pemprov Kaltim sejak akhir 2024 merupakan bagian dari penataan kepegawaian sesuai arahan pemerintah pusat. Karena itu para guru honorer sebelumnya kini sudah diangkat menjadi PPPK. "Gubernur juga masih memberikan keamanan untuk TPP, insentif dan sebagainya, sehingga untuk para guru tidak perlu khawatir terkait isu pemangkasan atau pemotongan TPP,” tegas Rahmat.
Mengenai besaran TPP yang diterima setiap guru nominalnya berbeda sesuai jenjang jabatan dan ketentuan yang berlaku. Dengan keterbatasan anggaran kini Disdikbud Kaltim harus melakukan rasionalisasi terhadap sejumlah kegiatan. Berbagai upaya penghematan kata dia, turut dilakukan dengan tetap mempertahankan program yang berkaitan langsung dengan pelayanan pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Satu diantara langkah efisiensi yang diterapkan yaitu pelaksanaan work from anywhere (WFA) setiap hari Jumat serta mengurangi kegiatan rapat secara tatap muka. “Yang biasanya kita melakukan rapat datang ke tempat, on the spot, sekarang kebanyakan kita lakukan lewat zoom sehingga itu juga mengurangi perjalanan dinas, uang harian dan sebagainya,” paparnya.
Editor: Aspian Nur




