Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Gedung baru di kawasan Alun-Alun Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan segera menjadi pusat aktivitas pelaku ekonomi kreatif.
Dewan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Deparekraf) PPU menargetkan mulai menempati dan mengoptimalkan pemanfaatan gedung tersebut paling lambat pertengahan Juli ini setelah proses serah terima aset dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) rampung.
Ketua Deparekraf PPU Sandry Ernamurti mengatakan, gedung tersebut akan dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) PPU.
Beragam kegiatan telah disiapkan untuk menghidupkan fungsi gedung sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif daerah. "Kami dari ekonomi kreatif menargetkan paling lambat pertengahan Juli ini sudah bisa menempati gedung tersebut," kata Sandry kepada Korankaltim.com Sabtu (4/7/2026).
Berbagai agenda akan langsung digelar setelah gedung ditempati, mulai dari pameran mini hingga kegiatan berskala kecil yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif.
"Kami akan mengoptimalkan tempat itu untuk berbagai kegiatan, seperti pameran mini dan event-event skala kecil dari pelaku ekraf," paparnya.
Sebagai tahap awal, pembinaan difokuskan di Kecamatan Penajam, Waru dan Babulu. Sementara Kecamatan Sepaku tidak menjadi prioritas karena wilayah tersebut saat ini difokuskan pada pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Untuk memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif, Deparekraf juga menyiapkan Bimbingan Teknis One Village One Product (Bimtek OVOP) yang akan dilaksanakan bulan ini. Program tersebut ditujukan untuk mencetak kader ekonomi kreatif di setiap kecamatan agar mampu menyelenggarakan kegiatan secara mandiri.
"Melalui Bimtek OVOP ini, kami ingin ada kaderisasi. Jadi, ketika wilayah kecamatan ingin membuat festival atau acara berskala kecil, mereka sudah bisa menangani dan mengelolanya sendiri tanpa harus selalu bergantung pada tingkat kabupaten," sebut Sandry.
Deparekraf akan segera menyurati pemerintah kecamatan untuk mengusulkan calon peserta yang akan mengikuti pelatihan dan dipersiapkan sebagai kader ekonomi kreatif.
Sementara itu penataan lapak dan pemindahan pelaku UMKM ke kawasan Alun-Alun PPU belum dapat direalisasikan tahun ini. Rencana tersebut ditunda hingga tahun depan karena keterbatasan anggaran daerah serta belum selesainya infrastruktur pendukung.
"Untuk penataan tempat berdiri tenant-tenant UMKM di Alun-Alun kemungkinan besar baru bisa direalisasikan tahun depan karena adanya defisit anggaran," ungkap Sandry.
Kader ekonomi kreatif yang direkrut tidak menerima gaji bulanan. Sistem yang diterapkan berbasis kemitraan, dengan harapan kader dapat memperoleh manfaat melalui pengelolaan kegiatan dan pameran ekonomi kreatif yang produktif.
Editor : Aspian Nur




