Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

BPKAD Salurkan Bankeu untuk Kabupaten/Kota Sebesar Rp1,1 Triliun

Koran Kaltim
12 Agustus 2026
0 views
2 min
Kepala Bidang Anggaran BPKAD Kaltim, Asriwidowati Pradikta. (Foto: Surya/Korankaltim.com)

Penulis: Rahmat Surya 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Alokasi bantuan keuangan (Bankeu) untuk 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur tahun 2026 ini mencapai sekitar Rp 1,1 Triliun, bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kota Samarinda menerima Bankeu tahun 2026 dari Pemprov Kaltim sebesar Rp77 Miliar, Kabupaten Kutai Timur alokasi Bankeu yang diterima sekitar Rp27 Miliar.

Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (Kabid BPKAD)   Kaltim  Asriwidowati Pradikta menyebut penyaluran Bankeu dilakukan secara bertahap sesuai dengan pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub).

“Gubernur sudah memberikan mandat dan arahan langsung kepada kami untuk segera memproses dan hampir semua daerah sudah bersurat agar Bankeu bisa segera ditransfer,” ujar Asriwidowati kepada Korankaltim.com Rabu (12/8/2026).

Namun sampai Agustus ini belum seluruh daerah menerima pencairan tahap pertama Bankeu. BPKAD masih melakukan verifikasi terhadap dokumen dan persyaratan yang diajukan sejumlah pemerintah kabupaten/kota.

"Beberapa daerah yang telah menerima penyaluran tahap pertama diantaranya Samarinda, Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat dan Mahakam Ulu," jelasnya sembari menambahkan kalau Bontang dan Paser masih dalam tahap melengkapi persyaratan administrasi.

Penyaluran Bankeu juga tidak memiliki batas waktu khusus, selama pemerintah daerah mampu memenuhi seluruh persyaratan sesuai ketentuan. Bahkan, pencairan dapat dilakukan hingga mendekati akhir tahun sesuai progres dan kelengkapan dokumen.

“Kalau persyaratannya baru terpenuhi di akhir tahun, ya baru bisa ditransfer di akhir tahun. Jadi sesuai dengan kinerja pemerintah daerah masing-masing,” papar Asriwidowati.

Proses verifikasi meliputi pemeriksaan readiness criteria, seperti Kerangka Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran Biaya (RAB), Detail Engineering Design (DED), hingga kejelasan status lahan untuk kegiatan pembangunan jalan maupun gedung.

Satu diantara kendala yang kerap ditemui sehingga membuat proses pencairan berjalan lama adalah dokumen yang belum diperbarui atau belum memenuhi ketentuan administrasi. Misalnya DED yang sudah berusia beberapa tahun harus diperbarui, termasuk legalitas berupa tanda tangan dan stempel dokumen.

“Hal-hal seperti itu yang biasanya kita minta untuk ditertibkan administrasinya. Jadi sering bolak-balik dalam proses verifikasi,” papar Asri.

Editor: Aspian Nur

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Samarinda.