Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Bursa calon Wali Kota Samarinda dari internal Partai Gerindra mulai mengarah pada dua nama, yakni Ketua DPC Gerindra Samarinda Helmi Abdullah dan Sekretaris DPD Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) Agus Suwandi.
Keduanya disebut berpeluang dipertimbangkan untuk menghadapi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda mendatang. Meski demikian, kemunculan dua nama tersebut belum menunjukkan adanya keputusan final partai terkait calon yang akan diusung.
Helmi menegaskan, seluruh kader masih memiliki kesempatan untuk dipertimbangkan. Penentuan kandidat nantinya mengikuti mekanisme internal partai.
“Kita lihat siapa yang dipilih. Yang jelas, kita disuruh kerja dulu. Nanti partai di tingkat atas yang menilai siapa yang serius dan siapa yang siap,” kata Helmi, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, Gerindra tidak kekurangan kader yang memiliki kapasitas untuk maju sebagai calon kepala daerah. Agus Suwandi, kata dia, juga memiliki potensi dan merupakan salah satu kader senior di internal partai.
“Pak Agus Suwandi itu punya potensi, senior. Tapi kembali lagi, kita disuruh kerja. Nanti partai di tingkat atas yang menilai,” ujarnya.
Helmi yang juga Ketua DPRD Kota Samarinda itu sendiri menyatakan kesiapannya apabila mendapat mandat dari partai. Sebagai Ketua DPC Gerindra Samarinda, ia menilai kader di daerah memang harus siap menjalankan instruksi partai, termasuk apabila ditugaskan dalam kontestasi Pilwali.
Terlebih, posisi Gerindra di Samarinda saat ini memiliki modal politik setelah kadernya, Andi Harun, memimpin kota tersebut selama dua periode. Kondisi itu membuat partai mulai memikirkan regenerasi kepemimpinan setelah Andi Harun tidak lagi dapat mencalonkan diri untuk periode berikutnya.
“Kalau di Gerindra, apalagi saya sebagai ketua partai, kalau diperintah itu kita selalu siap,” katanya.
Helmi menegaskan proses penjaringan masih panjang. Ia memilih tidak mempersoalkan munculnya lebih dari satu nama dari internal Gerindra. Menurutnya, banyaknya kader yang memiliki potensi justru menunjukkan proses kaderisasi partai berjalan.
“Semakin banyak kader kita yang punya potensi sebagai kepala daerah, berarti partai kita hidup. Berarti dinamikanya jalan,” pungkasnya.
Editor: Erwin




