Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Polres Mahakam Ulu (Mahulu) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Pemantauan titik panas dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi munculnya kebakaran di wilayah hukum Polres Mahulu.
Wakapolres Mahulu Kompol Djoko Purwanto mengatakan, pemantauan karhutla menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap tahun, terutama memasuki periode Agustus hingga Desember yang bertepatan dengan musim kemarau. “Ini mungkin menjadi agenda rutin kami setiap tahun karena sejak Agustus ini sampai Desember musim-musim kemarau dan mulai ada titik-titik api,” ujar Djoko kepada media di Mako Polres Mahulu, Kamis (13/8/2026).
Dalam melakukan pemantauan, jajaran kepolisian memanfaatkan aplikasi Lembuswana yang dikembangkan Polda Kalimantan Timur. Aplikasi tersebut dapat diakses oleh anggota Polri maupun masyarakat umum untuk memantau informasi titik panas berdasarkan pemetaan satelit.
Pemantauan dilakukan setiap malam menggunakan data satelit untuk memetakan titik-titik panas. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar bagi jajaran kepolisian untuk melakukan pengecekan di lapangan apabila ditemukan indikasi kebakaran.
“Nanti setiap malam ada satelit yang memetakan titik-titik api, memetakan titik-titik panas. Kemudian paginya akan dibagikan di aplikasi itu, titik-titik apinya mana saja yang kira-kira ada di wilayah hukum masing-masing,” sebut Djoko lagi.
Kalau ditemukan titik panas di wilayah yang jauh dari pusat Kabupaten Mahulu, kepolisian akan mengerahkan personel terdekat untuk melakukan pengecekan. Misalnya, apabila titik api terdeteksi di wilayah Kecamatan Long Apari, personel kepolisian yang berada paling dekat dengan lokasi akan diarahkan untuk mendatangi titik tersebut.
Petugas kemudian melakukan pengecekan kondisi di lapangan. Jika titik tersebut merupakan karhutla, personel akan melakukan upaya pemadaman, mendokumentasikan penanganan dan melaporkannya kembali melalui aplikasi. “Misalnya di wilayah hukum Mahulu, di Kecamatan Long Apari yang agak jauh, nanti yang dihubungi adalah Polri yang terdekat di situ. Anggota polisi yang terdekat mendatangi TKP karhutla, memadamkan, didokumentasikan, kemudian dilaporkan di aplikasi,” paparnya.
Hingga dua hari terakhir, Djoko menyebut belum terdapat titik panas yang terdeteksi di wilayah Mahulu. Kondisi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan meskipun kemarau masih berlangsung. “Alhamdulillah dua hari ini di Mahulu nihil. Mudah-mudahan berkurang terus,” harap Djoko.
Kemarau di Mahulu perlu mendapat perhatian karena hujan disebut tidak turun selama sekitar tiga pekan terakhir. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama apabila masyarakat melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan menggunakan api. Karena itu, kepolisian terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar meningkatkan kesadaran dalam mencegah kebakaran lahan. Masyarakat yang hendak membuka ladang diimbau menyiapkan langkah pencegahan terlebih dahulu.
Editor: Aspian Nur
Berita Terkini
Polres Mahulu Pantau Titik Panas Gunakan Data Satelit
Adi Putra
13 Agustus 2026
0 views
•3 min
Tags:
Berita TerkiniBerita TerkiniIndonesia
Bagikan Artikel:
Tentang Penulis
Adi Putra
2
Penulis di kategori Berita Terkini.
Berita Terkait

Berita Terkini
Ekspor Kaltim Masih Bertumpu Migas dan Batu Bara, Lemahnya Hilirisasi jadi Sorotan
13 Agustus 2026
Berita Terkini
Antusiasme Tinggi, Wabup Mahulu Dorong Kegiatan Olahraga Lebih Sering Digelar
13 Agustus 2026
Berita Terkini
Empat Jembatan Garuda di PPU Rampung Lebih Cepat
13 Agustus 2026
Berita Terkini