Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Dino Minta Kategori Mahasiswa Berprestasi Punya Indikator yang Jelas

Koran Kaltim
10 Agustus 2026
0 views
2 min
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Dino Andrian. (Foto: Istimewa)

KORANKALTIM.COM, TARAKAN – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Dino Andrian, meminta kriteria mahasiswa berprestasi dalam program beasiswa tahun 2026 diperjelas.

Menurutnya, kategori tersebut perlu memiliki ukuran yang terukur agar mahasiswa mengetahui dasar penilaian yang digunakan dalam proses seleksi.

Hal itu disampaikan Dino saat Komisi IV DPRD Kaltara menggelar rapat bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltara, pekan kemarin.

Dalam pemaparan Biro Kesra, komposisi penerima beasiswa tahun ini terdiri dari 70 persen mahasiswa miskin atau kurang mampu dan 30 persen mahasiswa berprestasi. Bagi Dino, pembagian tersebut perlu diikuti kriteria yang jelas, khususnya untuk menentukan siapa yang masuk dalam kategori mahasiswa berprestasi.

“Pada tahun-tahun sebelumnya ada persyaratan akademik seperti IPK minimal. Untuk tahun ini perlu dijelaskan lagi indikator mahasiswa berprestasi seperti apa yang digunakan,” kata Dino.

Ia menilai, indikator tersebut penting karena berkaitan langsung dengan proses seleksi. Mahasiswa perlu mengetahui ukuran yang digunakan untuk menentukan prestasi, sehingga persyaratan tidak menimbulkan tafsir yang berbeda.

Selain kategori penerima, Dino juga meminta penjelasan mengenai perbedaan nominal bantuan yang diterima mahasiswa. Ia mempertanyakan dasar yang digunakan pemerintah dalam menentukan besaran bantuan untuk masing-masing penerima.

“Perlu dijelaskan apa yang menjadi dasar perbedaan nominal bantuan yang diterima mahasiswa. Apakah berdasarkan biaya pendidikan masing-masing perguruan tinggi atau ada pertimbangan lainnya,” ujarnya.

Menurut Dino, penjelasan mengenai kriteria penerima dan besaran bantuan merupakan bagian penting dari pelaksanaan program. Dengan informasi yang jelas, mahasiswa dapat memahami persyaratan sekaligus mengetahui dasar penetapan bantuan yang diterima.

Komisi IV DPRD Kaltara mencermati penjelasan Biro Kesra terkait kategori penerima, indikator mahasiswa berprestasi, serta mekanisme penetapan besaran bantuan dalam pelaksanaan program beasiswa tahun 2026. (Adv)

Editor: Aspian Nur

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Advertorial.