Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Pemkab Kutim Perkuat Pencegahan Karhutla Melalui Sinergi Lintas Sektor

Koran Kaltim
3 September 2026
0 views
•2 min
Penyuluhan Karhutla bersama Sesko TNI di KBN Muara Gabus Sangatta Selatan. (Foto: Zulhamri/Korankaltim.com)

Penulis: Zulhamri

KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi munculnya titik api di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan pencegahan karhutla yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, kondisi kerawanan karhutla di Kutim saat ini masih berada dalam status siaga bencana. Meski situasi relatif terkendali, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan dengan mengedepankan upaya pencegahan.

“Alhamdulillah kegiatan sosialisasi dan penyuluhan dari Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI berjalan dengan baik," ujarnya.

Pihaknya berharap kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat keamanan. Peran masyarakat hingga tingkat desa menjadi bagian penting dalam mendeteksi sekaligus mengantisipasi potensi munculnya titik api sejak dini.

Pihaknya juga telah menginstruksikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan aparatur desa untuk lebih proaktif melakukan pemantauan serta memperkuat koordinasi dengan TNI dan kepolisian. Di tingkat desa harus ada kepedulian dan kesiapsiagaan.

"BPD dan perangkat desa kami minta aktif berkoordinasi dengan TNI dan Polri apabila menemukan potensi ataupun titik api di wilayahnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, koordinasi lintas sektor diperlukan karena penanganan karhutla harus dilakukan sedini mungkin. Semakin cepat potensi kebakaran diketahui, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas.

Sehingga akan mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana pemadaman yang tersedia di lapangan. Sejumlah peralatan, khususnya perangkat backpack pemadam, dinilai sudah membutuhkan pembaruan karena sebagian merupakan pengadaan lama.

"Beberapa unit kondisinya sudah menurun sehingga perlu dilakukan pembaruan secara bertahap,” katanya.

Meski demikian, pihaknya memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk menghadapi kondisi darurat apabila terjadi peningkatan eskalasi bencana. Dalam kondisi darurat, telah menyiapkan anggaran tidak terduga.

"Anggaran tersebut dapat digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan bencana dan membutuhkan penanganan segera,” ungkapnya. (Adv)

Editor: Aspian Nur

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Advertorial.