Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Sejarah Lokal Kutim Mulai Dikemas dalam Konten Digital, Sasar Generasi Muda

Koran Kaltim
10 September 2026
0 views
•2 min
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono saat memberikan arahan saat kegiatan workshop. (Foto: Zulhamri/Korankaltim.com)

Penulis: Zulhamri

KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Upaya memperkenalkan sejarah lokal dan kekayaan budaya Kutai Timur (Kutim) kepada generasi muda mulai diarahkan melalui pemanfaatan teknologi digital. 

Sejarah daerah yang selama ini banyak disampaikan melalui buku maupun cerita antargenerasi didorong untuk dikemas dalam bentuk konten kreatif dan storytelling.

Langkah tersebut dilakukan melalui workshop yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim. 

Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun cerita, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan serta promosi sejarah dan kebudayaan daerah.

Kepala Disdikbud Kutim Mulyono mengatakan, perkembangan teknologi memberikan ruang yang lebih luas untuk mengenalkan sejarah daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang akrab dengan berbagai platform digital. Sehingga sejarah lokal jangan hanya berhenti di buku atau cerita.

“Kita ingin mengemasnya menjadi konten digital dan storytelling agar lebih mudah diterima dan menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujar Mulyono.

Menurutnya, pengembangan konten digital nantinya tidak terbatas pada sejarah. Materi mengenai cagar budaya, pesta adat, tradisi masyarakat hingga potensi pariwisata Kutim juga dapat dikembangkan dalam format yang lebih menarik dan mudah dibagikan.

“Langkah awal untuk membangun ekosistem pengenalan sejarah dan budaya Kutim melalui media digital,” ujarnya.

Ke depan dapat dikembangkan dan perkuat supaya sejarah, budaya, serta potensi daerah bisa lebih banyak dikenal melalui konten digital. Pengembangan tersebut dilakukan secara berkelanjutan sehingga konten sejarah dan kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari strategi promosi daerah.

“Kalau dikembangkan dengan baik selain memberikan pengetahuan kepada generasi muda juga bisa membantu memperkenalkan daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya. (Adv)

Editor: Erwin

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Advertorial.