Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Cegah Gagal Panen, Pemkot Samarinda Alirkan Air SKM ke Persawahan Lempake

Adi Putra
14 September 2026
0 views
•2 min
Aktivitas di salah satu sawah kawasan Betapus, Kelurahan Lempake pada akhir Agustus lalu. (Dok.KoranKaltim.com)

Penulis: Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kekeringan yang melanda kawasan pertanian Betapus, Kelurahan Lempake, Kota Samarinda, mengancam keberlangsungan 48 hektare tanaman padi dari risiko gagal panen.

Guna menyelamatkan lahan dengan potensi produksi sekitar delapan ton gabah per hektare tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan skema penyaluran air dari anak Sungai Karang Mumus (SKM) menuju saluran irigasi persawahan.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) Samarinda untuk mempercepat pasokan air demi menjaga mata pencarian para petani.

“Mudah-mudahan Distapangtani bisa mengirim air dan menyuplai air ke persawahan agar tidak gagal panen,” kata Saefuddin.

Di tengah upaya menjaga kelangsungan lahan pertanian dari dampak kemarau, Pemkot Samarinda juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kondisi vegetasi yang mengering serta tiupan angin kencang dinilai rawan memicu kobaran api tak terkendali yang dapat meluas ke area sekitarnya.

Saefuddin menegaskan larangan pembakaran tersebut berlaku mutlak, sekalipun aktivitas dilakukan di atas lahan milik pribadi.

“Saat ini jangan membakar lahan, walaupun lahannya sendiri. Orang-orang bakar karena anginnya kencang, tidak mampu mengendalikan, akhirnya meluas. Inilah yang jadi masalah,” tegasnya.

Guna mengantisipasi potensi kebakaran, Pemkot Samarinda menginstruksikan jajaran aparat mulai tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan untuk aktif mengingatkan warga selama masa kemarau berlangsung.

“Cuaca kita sudah panas, hujan juga belum ada titik terang. Maka daripada itu kita harus berhati-hati untuk tidak membakar lahan secara sembarangan,” pungkasnya. (adv) 

Editor: Erwin

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Advertorial.