Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kekeringan membuat kebutuhan air bersih warga meningkat, sementara distribusi menggunakan armada tangki masih membutuhkan waktu karena harus melayani wilayah secara bergantian. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini menambah 20 unit tandon untuk mempercepat penyaluran air kepada warga. Kepala Pelaksana BPBD sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Samarinda Suwarso mengatakan, penambahan tandon dilakukan setelah evaluasi terhadap distribusi air menggunakan sekitar 16 kendaraan tangki membuat waktu pengiriman cukup lama.
“Dengan jumlah kendaraan sekitar 16 tangki, ternyata jadwal pengirimannya mengikuti urutan, sehingga sedikit terlambat pengirimannya,” kata Suwarso, Kamis (17/9/2026). Setiap truk membawa dua unit tandon berkapasitas masing-masing sekitar 2.200 liter. Dengan demikian, satu kendaraan dapat mengangkut total sekitar 4.400 liter air.
Data hingga 15 September 2026, Pemkot Samarinda telah mendistribusikan sekitar 880.100 liter air bersih kepada warga yang membutuhkan. “Kami membantu distribusi supaya ada percepatan pengiriman ke wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan air bersih,” ujarnya. Pola distribusi ini akan terus dievaluasi menyesuaikan perkembangan kondisi air baku. Pemeriksaan kualitas air baku juga dilakukan secara berkala oleh Perumda Tirta Kencana setiap jam.
Saat ini, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas masih menjadi satu-satunya fasilitas yang belum beroperasi penuh akibat terdampak intrusi air laut. Kendala ini membuat jam operasional IPA Bantuas harus dikurangi untuk menyesuaikan dengan tingkat kandungan klorida pada air. Kendati demikian, bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih diminta melaporkan kebutuhannya melalui ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.
Laporan dapat dilakukan dengan mencantumkan lokasi, jumlah kepala keluarga (KK) atau jiwa yang membutuhkan, volume air yang diperlukan, serta nomor kontak yang dapat dihubungi. Ketua RT kemudian meneruskan laporan kepada pihak kelurahan untuk diverifikasi dan direkapitulasi.
Selanjutnya, data kebutuhan disampaikan kepada Satgas Penanganan Darurat Bencana (PDB) melalui alur yang telah disiapkan pemerintah daerah. “Masyarakat juga dapat menyampaikan kebutuhan air bersih melalui call center Satgas PDB,” tandasnya. (adv)
Editor: Erwin




