Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Tim PKM Unmul Latih Guru dan Orang Tua Olah Cempedak Jadi Tiga Produk Kue Bernilai Ekonomi

Adi Putra
17 September 2026
0 views
•2 min
Tim PKM Unmul Latih Guru dan Orang Tua Olah Cempedak Jadi Tiga Produk Kue Bernilai Ekonomi

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mulawarman memberikan pelatihan dan praktik pengolahan pangan lokal cempedak kepada guru dan orang tua siswa Yayasan Pendidikan Ashabul Kahfi Kalimantan Timur, Jalan Lubuk Sawa, Sungai Pinang, Kota Samarinda, Minggu(12/07/2026).

1000670620.jpgKegiatan ini merupakan bagian dari Program Technopreneurship Berbasis Diversifikasi Pangan Lokal Cempedak yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan mendorong pemanfaatan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

Ketua Tim PKM Universitas Mulawarman, Hepy Tri Winarti, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan pelatihan dirancang agar peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah cempedak menjadi produk yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha. “Peserta tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memperoleh pengalaman mengembangkan olahan cempedak yang dapat menjadi bagian dari pembelajaran dan peluang usaha,” ujar Hepy.

1000670621.jpg

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti praktik pengolahan tiga jenis produk, yaitu Nastar Cempedak, Lumpur Syurga Cempedak, dan Bolu Selai Cempedak. Peserta dibimbing mulai dari menyiapkan alat dan bahan, mengolah adonan, proses pemanggangan atau pengukusan, hingga penyelesaian produk.

Kegiatan berlangsung secara praktik langsung sehingga guru dan orang tua terlibat aktif dalam setiap tahapan. Peserta bekerja secara berkelompok dan saling berbagi tugas selama proses pembuatan produk.

Menurut Hepy, pemanfaatan cempedak sebagai bahan pangan lokal dapat memberikan nilai tambah sekaligus menjadi media pembelajaran yang lebih kontekstual. Guru dapat mengadaptasi pengalaman pelatihan dalam pembelajaran kepada siswa, sedangkan orang tua dapat mengembangkan keterampilan tersebut sebagai kegiatan produktif di lingkungan keluarga.

Perwakilan Yayasan Pendidikan Ashabul Kahfi Kaltim, Supriyanto mengapresiasi inisiatif Tim PKM Universitas Mulawarman tersebut. “Kegiatan ini sangat mengapresiasi pelaksanaan pelatihan karena memberikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan dan dikembangkan oleh guru maupun orang tua”, tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM Universitas Mulawarman berharap keterampilan pengolahan cempedak dapat terus dikembangkan, tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga mendukung pembelajaran technopreneurship dan menumbuhkan entrepreneurship culture di lingkungan sekolah dan keluarga. Pemanfaatan buah cempedak juga diarahkan menjadi bagian dari pengembangan produk pangan lokal bernilai tambah.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Pelaksanaannya didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 melalui kontrak program. (Adv)

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Advertorial.