Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Tekan Stunting, Wawali Saefuddin Dorong Penguatan Peran Posyandu

Adi Putra
17 September 2026
0 views
•2 min
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)

Penulis: Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Upaya menekan angka stunting di Kota Samarinda terus diperkuat dengan intervensi sejak usia dini. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong pencegahan dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan, pemenuhan gizi, kesehatan gigi dan pola asuh keluarga. 

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan, persoalan stunting memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar kondisi fisik anak. 

Gangguan pertumbuhan dapat berkaitan dengan perkembangan, kesehatan, kemampuan belajar hingga kualitas hidup anak di masa mendatang. Karena itu, menurutnya intervensi perlu dilakukan sedini mungkin dan dimulai dari lingkungan keluarga. 

“Kesehatan gigi dan mulut juga penting, karena berpengaruh terhadap kemampuan anak makan dan memperoleh asupan gizi yang cukup,” kata Saefuddin belum lama ini.

Kesehatan gigi anak tidak boleh menunggu sampai muncul keluhan. Orang tua perlu membangun kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, membatasi makanan dan minuman tinggi gula, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Jangan menunggu sampai anak merasakan sakit untuk memeriksakan gigi dan kesehatannya,” tegasnya. 

Penguatan pencegahan tersebut dilakukan melalui Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak (Garasi Anak) serta Gerakan Sayang Kekanakan (Gasakkan). 

Kedua program ini memasukkan edukasi kesehatan ke dalam aktivitas Posyandu agar intervensi terhadap anak dan ibu dapat dilakukan lebih dekat dengan keluarga. 

Garasi Anak yang digagas Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Samarinda mencakup deteksi dini kesehatan gigi, edukasi, praktik menyikat gigi bersama hingga peningkatan kemampuan kader posyandu. 

Sementara Gasakkan yang digagas Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Samarinda diarahkan pada pendampingan ibu dan anak, mulai dari edukasi ASI eksklusif dan kesehatan reproduksi hingga layanan pijat bayi serta pijat punggung bagi ibu hamil. 

Pada 2026, kedua gerakan tersebut menyasar delapan lokus stunting, yakni Tenun, Baqa, Sidodamai, Sempaja Utara, Teluk Lerong Ulu, Loa Buah, Temindung Permai dan Pasar Pagi. Program yang berlangsung September hingga Desember 2026 itu mencakup 89 posyandu dengan sasaran 2.790 balita dan 154 ibu hamil. Saefuddin berharap, intervensi omi tidak berhenti sebagai program sementara. 

Edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan gizi dan pemeriksaan anak diharapkan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan keluarga melalui posyandu. 

“Samarinda menargetkan keterlibatan kader, tenaga kesehatan dan keluarga dapat memperkuat pencegahan stunting dari tingkat paling dasar yakni rumah tangga,” tandasnya. (Adv)

Editor: Erwin

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Advertorial.