Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Karhutla Masih Mengintai, BPBD Kukar Pantau Ketat Titik Rawan Muara Kaman dan Muara Jawa

Adi Putra
24 September 2026
0 views
•2 min
Karhutla Masih Mengintai, BPBD Kukar Pantau Ketat Titik Rawan Muara Kaman dan Muara Jawa

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperketat pemantauan di sejumlah kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul kondisi lahan yang mengering akibat musim kemarau.

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi, mengatakan, pemantauan intensif difokuskan di Kecamatan Muara Kaman dan Kecamatan Muara Jawa, khususnya kawasan jalur pipa minyak Pertamina.

Menurutnya, wilayah tersebut merupakan titik rawan yang telah lama mengalami kekeringan, bukan lokasi munculnya titik api baru. Karena itu, pengawasan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran susulan.

"Itu memang titik rawan dan bukan titik baru, kami pastikan api baru itu memang tidak ada," kata Aspianur, Kamis (24/9/2026).

Selain memperkuat pemantauan, BPBD Kukar memperpanjang pelaksanaan OMC untuk mendorong turunnya hujan di wilayah Kukar dan sekitarnya. Perpanjangan operasi tersebut diharapkan dapat membantu meredam karhutla dan mengurangi risiko kebakaran meluas.

Selama empat hari pertama pelaksanaan OMC pada 15 hingga 19 September, pertumbuhan awan potensial justru lebih banyak bergeser ke wilayah hulu seperti Berau, bahkan terbawa angin hingga ke wilayah Pontianak. Akibatnya, dampak hujan dari modifikasi cuaca belum dirasakan secara merata.

"Potensi awan dalam beberapa hari ini sempat tidak ada, tapi kami harap dengan di perpanjangnya OMC ini bisa pertumbuhan awan baru bisa membawa hujan yang merata," ungkapnya. 

Sementara itu, untuk penanganan karhutla di wilayah Kecamatan Muara Badak dilaporkan telah berhasil dituntaskan. Namun, BPBD Kukar tetap waspada dan terus melakukan pemantauan berkala. (adv)

Editor: Erwin

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Advertorial.