Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Upaya menekan angka stunting, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperluas penguatan layanan kesehatan. Sebagai langkah konkret inrervensi stunting, pihaknya akan menghadirkan dokter spesialis anak langsung ke sejumlah wilayah Kecamatan.
Langkah ini diambil agar mempermudah masyarakat dan mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hingga ke pusat kota untuk melakukan pemeriksaan.
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, menjelaskan, berdasarkan data pada September 2026 angka stunting di Kukar berada di level 14,2 persen. Pemkab Kukar berkomitmen mendorong penurunan hingga 12 persen.
"Program ini harus menjadi perhatian supaya pelaksanaannya berjalan berkelanjutan di setiap kecamatan," kata Ismi, Jumat (25/9/2026).
Selain mendekatkan akses pemeriksaan melalui dokter sepeialis di wilayah yang membutuhkan, Dinkes Kukar, juga menggandeng Yayasan Cipta untuk meningkatkan kapasitas para kader posyandu serta petugas kesehatan di lapangan.
"Untuk program percontohannya upaya penguatan kapasitas kader ini sudah berjalan di dua wilayah Tenggarong Seberang dan Loa Janan," ungkapnya.
Melalui sinergi ini, Dinkes Kukar optimistis mampu mengawal tumbuh kembang anak secara maksimal demi mengejar target penurunan stunting.
Selain itu, intervensi yang harus dijalankan secara konsisten adalah program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui puskesmas di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga desa dan menyasar ibu hamil serta bayi, balita yang mengalami stunting.
"Menu PMT itu disusun langsung oleh tenaga gizinya, tentunya dengan memperhatikan pemenuhan nutrisi makro dan mikro, seperti karbohidrat, protein, dan zat gizi lainnya," ungkapnya.
Langkah preventif juga diperketat dengan mendeteksi ibu hamil berisiko KEK sejak dini melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Ibu hamil dengan ukuran LILA di bawah 23 sentimeter langsung masuk dalam kelompok yang mendapatkan perhatian dan penanganan intensif.
Dinkes Kukar kini memanfaatkan momentum penguatan layanan ini untuk memantau penurunan angka kematian balita serta pencapaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan. Semua indikator tersebut harus dijaga secara berkesinambungan agar mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Kukar terus meningkat dan memberikan dampak jangka panjang. (Adv)




