Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berita Terkini

Karakter Lahan Tantangan Pengembangan Pertanian di Kutai Barat

Adi Putra
31 Juli 2026
0 views
2 min
Kegiatan penanaman padi lokal Mayas di Kampung Geleo Baru, Kecamatan Barong Tongkok, Jumat (3/10/2025). (Adi/Korankaltim.com)

Penulis: Kusmas Riadi

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Karakteristik lahan menjadi satu tantangan utama dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Kondisi tersebut membuat strategi pengelolaan dan pengembangan pertanian harus disesuaikan dengan potensi serta karakter tanah yang dimiliki daerah. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat Stepanus Alexander Samson menjelaskan, pengembangan pertanian di Kubar tidak dapat disamakan dengan daerah lain karena setiap wilayah memiliki karakteristik lahan yang berbeda.

Menurutnya, strategi budidaya harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar hasil yang diperoleh lebih optimal. "Kalau dibandingkan dengan Pulau Jawa tentu berbeda. Di sana tanahnya memang lebih subur dan didukung sistem pengairan yang lebih baik. Sementara di Kubar kondisi lahannya memiliki karakteristik tersendiri sehingga cara pengelolaannya juga harus berbeda," ujar Samson kepada Korankaltim.com, Jumat (31/7/2026).

Sebagian besar lahan di Kubar didominasi tanah merah kuning yang memiliki pH relatif rendah atau bersifat asam. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pengembangan tanaman pangan, terutama varietas unggul yang membutuhkan tingkat kesuburan tanah lebih baik. Selain itu lapisan tanah subur atau topsoil di Kubar juga relatif tipis.

Karena itu pembukaan lahan harus dilakukan secara hati-hati agar lapisan tanah subur tidak hilang. Jika pengolahan dilakukan terlalu dalam, lahan justru akan semakin sulit dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Kondisi tersebut menjadi alasan padi lokal masih banyak dibudidayakan petani. Varietas lokal dinilai lebih mampu beradaptasi dengan kondisi lahan Kubar dibandingkan varietas unggul yang membutuhkan perlakuan budidaya lebih intensif. Untuk membudidayakan varietas padi berproduksi tinggi diperlukan proses pengapuran guna meningkatkan pH atau mengurangi tingkat keasaman tanah.

Namun kebutuhan kapur dalam jumlah besar membuat biaya produksi menjadi cukup tinggi sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi petani.

"Kami harus menyesuaikan dengan kondisi lahan yang ada. Jangan memaksakan pola budidaya yang tidak sesuai karena setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda," papar Samson. Meski menghadapi berbagai tantangan, Samson menilai sektor pertanian Kubar masih memiliki prospek yang cukup baik apabila pengembangannya disesuaikan dengan potensi daerah.

Salah satunya dengan mendorong petani mengembangkan lebih dari satu komoditas sehingga tidak bergantung pada satu jenis tanaman. Pola tanam multikomoditas dapat mengurangi risiko kerugian apabila salah satu tanaman mengalami gagal panen akibat serangan hama maupun faktor cuaca. 

Editor: Aspian Nur

Tags:

Berita TerkiniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Berita Terkini.