Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berita Terkini

Keputusan Wasit Berubah, Laga Sepak Bola di Desa Liang Kota Bangun Ricuh dan Berakhir WO

Koran Kaltim
2 Agustus 2026
0 views
3 min
Tangkapan Layar Kericuhan saat pertandingan sepak bola di Kecamatan Kota Bangun. (Foto: Istimewa)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Turnamen Sepak Bola Martadipura Cup 3 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Martadipura, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sempat diwarnai kericuhan pada Sabtu (1/8/2026) sore. 

Insiden ini dipicu oleh kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai kontroversial, hingga mengakibatkan satu orang pemain mengalami luka robek di bagian mulut.

Pertandingan yang mempertemukan Yustina Prima FC asal Gunung Sari, Kecamatan Tabang melawan Luki Perkobas FC Kota Bangun Seberang, tersebut awalnya berjalan ketat dengan skor imbang 0-0 hingga menyisakan waktu sekitar 10 menit di babak kedua.

Ketegangan bermula dari perebutan bola di dekat tiang gawang dalam kotak penalti Yustina Prima FC. Pemain Luki Perkobas FC berusaha menyosong bola, sementara pemain Yustina Prima FC berniat menyapu bersih atau clearance bola tersebut.

Nahas, benturan fisik tidak dapat dihindarkan. Sepatu pemain Yustina Prima FC mengenai wajah pemain Luki Perkobas FC, yang menyebabkan luka robek berdarah dan harus mendapatkan penanganan jahitan di bagian dalam mulut.

Ketua Panitia Pelaksana, Dandi, menjelaskan, kericuhan murni dipicu oleh argumen dan protes keras terhadap keputusan wasit yang berubah drastis di lapangan.

Kata dia, wasit awalnya hanya menunjuk sepak pojok atau tendangan sudut untuk Luki Perkobas FC. Setelah melihat adanya insiden pemain Luki Perkobas FC yang terluka dan berdarah, wasit mengubah keputusannya menjadi hadiah penalti karena menganggap aksi tersebut sebagai pelanggaran keras.

“Perubahan drastis ini yang menuai protes dan perlawanan dari pihak Yustina Prima FC, mereka merasa dicurangi dan dirugikan oleh keputusan sepihak itu,” kata Dandi, Minggu (2/8/2026).

Meski sempat terjadi adu argumen mulut yang tegang di lapangan, panitia memastikan situasi secara keseluruhan tetap aman dan terkendali. 

“Kami pastikan tak ada perkelahian fisik antar pemain maupun suporter di tribun penonton, itu hanya adu mulut,” tegasnya.

Akibat tidak menerima keputusan penalti tersebut, skuat Yustina Prima FC memilih untuk tidak melanjutkan sisa pertandingan. Sesuai dengan tata tertib kompetisi, tim yang menolak bertanding dinyatakan kalah Walk Out (WO). Dengan demikian, pertandingan resmi ditutup untuk kemenangan Luki Perkobas FC.

Pihak panitia pelaksana menegaskan tidak akan mengintervensi masalah ini lebih jauh dan memilih menyerahkan penyelesaian sepenuhnya kepada Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Kukar sebagai otoritas tertinggi sepak bola di daerah.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada ASKAB Kukar untuk menengahi insiden ini agar ada titik temunya. Keputusan akhir, apakah mau dilanjutkan ke ranah hukum atau diselesaikan secara damai, itu tergantung mereka. ASKAB yang akan memfasilitasi,” ujar Dendi.

Panitia juga berjanji akan segera melakukan evaluasi total, terutama mengenai performa, ketegasan, dan netralitas wasit demi mencegah kejadian serupa terulang kembali di sisa kompetisi turnamen Desa Liang.

Editor: Erwin

Tags:

Berita TerkiniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Berita Terkini.