Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berita Terkini

Bupati Kutai Timur Sebut Pembagian DBH ke Daerah Penghasil SDA Belum Proporsional

Koran Kaltim
4 Agustus 2026
0 views
2 min
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat memberikan penjelasan terkait pembagian DBH. (Foto: Zulhamri/korankaltim.com)

Penulis: Zulhamri

KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) yang lebih proporsional serta kepastian penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah penyumbang Sumber Daya Alam (SDA) sangatlah penting.

Namun hal itu sepertinya belum dirasakan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang hingga awal Agustus 2026 ini, alokasi DBH yang diperkirakan mencapai hampir Rp1,3 Triliun yang merupakan akumulasi tahun anggaran 2023 dan 2024 masih belum masuk ke kas daerah.

Terkait hal itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pemerintah daerah akan terus memperjuangkan kedaulatan fiskal serta keadilan hak-hak keuangan daerah sebagai salah satu daerah penghasil SDA terbesar.

Kutim selama ini menjadi penopang ekonomi nasional melalui sektor pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit. Namun, besaran dana yang kembali ke daerah dinilai belum mencerminkan kontribusi maupun beban yang harus ditanggung pemerintah daerah.

"Kami satu diantara daerah penyumbang sumber daya alam terbesar bagi negara akan terus memperjuangkan DBH agar memberikan rasa keadilan bagi daerah penghasil," ujar Ardiansyah.

Kutai Timur tidak hanya berkontribusi terhadap penerimaan negara, tetapi juga harus menanggung dampak lingkungan, pembangunan infrastruktur, hingga kebutuhan pelayanan publik yang semakin meningkat.

"Rasanya masih belum adil untuk pembagiannya. Apa yang kita terima dibanding dengan apa yang telah disumbangkan daerah untuk negara," tegasnya.

Berkurangnya alokasi TKD dari pemerintah pusat yang secara langsung mempersempit ruang fiskal pemerintah kabupaten juga jadi sorotan.

Efisiensi anggaran dari pemerintah pusat membuat daerah harus semakin berhati-hati menyusun prioritas belanja, termasuk memenuhi kewajiban belanja pegawai.

"Belanja pegawai sedang menjerit karena ada pengurangan dari pusat, sehingga rumusnya ikut berkurang," pungkas Ardiansyah.

Editor: Aspian Nur

Tags:

Berita TerkiniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Berita Terkini.