Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berita Terkini

BBM dan Biaya Pendidikan Naik, Inflasi Kaltim Tetap Terkendali

Koran Kaltim
5 Agustus 2026
0 views
3 min
Kepala KPw BI Kaltim, Jajang Hermawan. (Foto: Istimewa)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Tekanan inflasi di Kalimantan Timur (Kaltim) masih terjaga meski dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan dimulainya tahun ajaran baru. 

Bank Indonesia (BI) menilai keberhasilan menjaga stabilitas harga tersebut tidak terlepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui implementasi strategi 4K.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kalimantan Timur (Kaltim), Jajang Hermawan, mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada Juli 2026 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Juni 2026 yang mencapai 0,70 persen.

“Secara tahunan, inflasi Kalimantan Timur tercatat sebesar 3,31 persen (year on year/yoy), sedangkan inflasi tahun berjalan mencapai 2,54 persen. Hal ini menunjukkan inflasi daerah tetap berada dalam kondisi yang terkendali,” ujar Jajang, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, tekanan inflasi pada Juli terutama berasal dari kelompok transportasi dan pendidikan. Kelompok transportasi masih dipengaruhi berlanjutnya dampak penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan pada Juni 2026 sehingga memengaruhi rata-rata harga bensin pada Juli. Selain itu, komoditas pelumas atau oli mesin juga turut memberikan andil terhadap inflasi.

Sementara itu, kelompok pendidikan mengalami kenaikan seiring dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 yang mendorong peningkatan sejumlah biaya pendidikan.

Meski demikian, tekanan inflasi berhasil diredam oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan dan nonpangan, di antaranya cabai rawit, bawang merah, tomat, cabai merah, serta emas perhiasan.

Secara spasial, inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 0,28 persen, diikuti Kota Balikpapan sebesar 0,25 persen dan Kota Samarinda sebesar 0,20 persen. Sementara itu, Kabupaten Berau justru mencatat deflasi sebesar 0,18 persen.

Adapun komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi pada Juli 2026 antara lain bensin, daging ayam ras, pelumas atau oli mesin, ikan layang atau benggol, serta beras.

Menurut Jajang, capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi TPID di seluruh wilayah Kalimantan Timur dalam menjalankan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Pada aspek keterjangkauan harga, TPID secara rutin menggelar Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, serta berbagai program stabilisasi harga agar masyarakat tetap memperoleh komoditas pangan strategis dengan harga yang terjangkau.

Di sisi lain, aspek ketersediaan pasokan diperkuat melalui koordinasi bersama Perum Bulog, organisasi perangkat daerah terkait, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan stok komoditas strategis, terutama beras, daging ayam ras, dan ikan, tetap aman.

Sementara itu, kelancaran distribusi terus dijaga melalui koordinasi antarwilayah guna mengantisipasi hambatan rantai pasok yang berpotensi memicu lonjakan harga. Adapun pada aspek komunikasi, TPID secara berkala melakukan pemantauan perkembangan harga dan pasokan sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat guna menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.

“Ke depan, TPID di Kalimantan Timur akan terus memperkuat sinergi dan langkah mitigasi dini melalui implementasi strategi 4K secara konsisten, termasuk penguatan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS). Dengan langkah tersebut, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, dan aktivitas ekonomi daerah dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” pungkasnya. 

Editor: Erwin

Tags:

Berita TerkiniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Berita Terkini.