Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berita Terkini

Tanah Labil Ancam Longsor Susulan, Delapan Rumah di Muara Bunyut Dikosongkan

Adi Putra
7 Agustus 2026
0 views
3 min
Proses pengosongan rumah di kawasan terdampak longsor Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak (Adi/Korankaltim.com)

Penulis: Kusmas Riadi

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR – Ancaman longsor di Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, belum berakhir. Setelah satu rumah dan puluhan kendaraan terseret ke Sungai Mahakam, kini delapan rumah lainnya terpaksa dikosongkan karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi mengalami pergerakan.

Longsor yang terjadi sekitar pukul 04.50 Wita itu mengakibatkan satu rumah amblas ke Sungai Mahakam. Selain itu, satu unit mobil pikap dan sekitar 30 sepeda motor milik warga ikut terseret bersama material longsor. 

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, pergerakan tanah yang masih terjadi di sekitar lokasi membuat sebagian warga memilih mengosongkan rumah karena khawatir berpotensi ikut terdampak.

Camat Melak Asrin Surianto mengatakan, delapan rumah yang berada di sekitar titik longsor dikosongkan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan warga. 

Proses pengosongan rumah melibatkan warga, BPBD Kutai Barat, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, serta relawan yang bersama-sama membantu mengevakuasi barang-barang milik warga dari kawasan rawan longsor.

“Untuk saat ini kami belum berani melakukan evakuasi kendaraan karena kondisi tanah masih labil. Kemungkinan nanti kami membutuhkan alat berat, terutama ponton, agar proses evakuasi bisa dilakukan dengan aman dan petugas juga memiliki jalur penyelamatan jika terjadi longsor susulan,” ujar Asrin kepada Korankaltim.com.

Menurut Asrin, banyaknya kendaraan yang ikut tertimbun longsor bukan tanpa alasan. Selama ini lokasi tersebut menjadi tempat parkir warga yang bermukim di kawasan ujung Kampung Muara Bunyut. 

Akses menuju permukiman mereka masih terputus akibat longsor yang terjadi tahun lalu sehingga warga terpaksa memarkir kendaraan di area tersebut. Selain digunakan warga, lokasi itu juga kerap menjadi tempat parkir sepeda motor para pemancing yang beraktivitas di Sungai Mahakam.

Ia menambahkan, Pemerintah Kecamatan Melak sebenarnya telah lama mengusulkan relokasi permukiman warga yang berada di kawasan rawan longsor. Namun, realisasinya masih memerlukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kampung Muara Bunyut.

“Kami sudah mengusulkan relokasi. Namun, pelaksanaannya perlu koordinasi dengan pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan yang ada di Muara Bunyut agar penanganan jangka panjang ini bisa direalisasikan,” katanya.

Menurut Asrin, longsor yang kembali terjadi di kawasan tersebut bukan dipicu gerusan arus Sungai Mahakam. Kawasan di belakang permukiman memiliki karakter tanah lempung bercampur pasir yang mudah menyusut saat musim kemarau sehingga rentan mengalami pergerakan. Kondisi itu diperparah dengan timbunan badan jalan yang menambah beban di bagian tebing.

“Kalau melihat kondisi air sekarang relatif tenang, kemungkinan gerusan sungai sangat kecil. Jadi penyebab utamanya memang kondisi tanah yang labil,” jelasnya.

Asrin mengimbau warga yang bermukim di sekitar kawasan rawan longsor agar tetap waspada dan segera mengungsi apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah. Menurutnya, kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil sehingga potensi longsor susulan masih perlu diantisipasi.

Editor: Erwin

Tags:

Berita TerkiniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Berita Terkini.