Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berita Terkini

Jalan Darat Solusi Permanen, DPRD Mahulu Dorong Pemprov Kaltim Buka Akses ke Long Apari

Adi Putra
11 Agustus 2026
0 views
3 min
Ketua DPRD Mahakam Ulu Devung Paran bersama perwakilan anggota DPRD Mahulu Dapil III saat bertemu Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji (Hand over off fotografer Ketua DPRD Mahulu

Penulis: Julika Hengin

‎KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Persoalan distribusi bahan kebutuhan pokok ke wilayah hulu Mahakam Ulu (Mahulu) kembali mencuat seiring surutnya debit Sungai Mahakam akibat musim kemarau. 

‎Kondisi tersebut mendorong DPRD Mahulu meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mempercepat pembukaan akses jalan darat menuju Kecamatan Long Apari.

‎Permintaan itu disampaikan perwakilan anggota DPRD Mahulu dari Daerah Pemilihan (Dapil) III saat menemui Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji baru-baru ini yang menjadi bagian dari upaya menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari yang terdampak terganggunya distribusi logistik melalui jalur Sungai Mahakam.

‎Ketua DPRD Mahulu Devung Paran mengatakan, kemarau yang menyebabkan debit Sungai Mahakam menurun telah memperlihatkan kembali kerentanan sistem distribusi kebutuhan masyarakat di wilayah hulu.  Ketika kondisi sungai tidak memungkinkan dilalui angkutan dalam ukuran besar, pengiriman barang menjadi lebih sulit dan membutuhkan biaya tambahan. ‎Perwakilan Dapil 3 anggota DPRD Mahulu mengunjungi Wakil Gubernur Kaltim, kami menyampaikan situasi dan kondisi di Mahulu dimana terjadi kemarau yang mengakibatkan kelangkaan bahan pangan, BBM dan mahalnya harga kebutuhan masyarakat di Mahulu,” ujar Devung Paran kepada Korankaltim.com, Selasa (11/8/2026). 

Masalah tersebut tidak cukup hanya ditangani melalui bantuan pangan. Penyaluran sembako murah memang dapat menjadi langkah cepat untuk menjaga ketersediaan kebutuhan masyarakat, tetapi sifatnya hanya sementara. ‎Karena itu hasil pertemuan dengan Wagub Kaltim juga diarahkan pada upaya memperkuat konektivitas darat menuju wilayah perbatasan. Pemprov Kaltim, kata dia, berencana menurunkan alat berat untuk melanjutkan pembukaan akses jalan menuju Long Apari.
‎‎“Jadi penyampaian pak Wakil Gubernur bahwa akan ada bantuan melalui Disperindagkop Kaltim, dan dalam waktu dekat ini juga Pemerintah Provinsi Kaltim akan memberikan bantuan alat berat untuk membuka akses jalan ke dua kecamatan di hulu,” papar Devung.

Alat berat milik provinsi yang saat ini berada di Ujoh Bilang direncanakan dikirim menuju Kampung Long Pakaq, Kecamatan Long Pahangai. Dari lokasi tersebut, alat berat akan digunakan untuk melanjutkan pekerjaan pembukaan akses menuju Long Apari. ‎“Mungkin dalam waktu satu minggu atau dua minggu ke depan alat berat provinsi yang ada di Ujoh Bilang saat ini akan dikirimkan ke kampung Long Pakaq Kecamatan Long Pahangai untuk mengerjakan jalan ke Long Apari,” ucap Devung.

Pembangunan akses jalan darat merupakan kebutuhan mendesak sekaligus solusi jangka panjang bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap jalur Sungai Mahakam yang sangat dipengaruhi kondisi debit air.

Masalah distribusi yang muncul saat musim kemarau seharusnya menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan konektivitas darat. Sebab, kondisi serupa berpotensi kembali terjadi ketika debit Sungai Mahakam turun pada musim kemarau berikutnya.
 ‎“Sebenarnya masyarakat di dua kecamatan sangat membutuhkan akses jalan yang memadai ke sana. Jadi ini merupakan solusi yang dinantikan oleh masyarakat,” tegasnya.

‎Selama ini, distribusi logistik ke sejumlah wilayah Mahulu masih sangat bergantung pada jalur Sungai Mahakam. Ketika permukaan air surut, kapal angkutan tidak dapat menjangkau wilayah tertentu sehingga barang harus dipindahkan ke angkutan yang lebih kecil. Kondisi tersebut membuat waktu tempuh lebih panjang dan biaya angkutan meningkat. ‎Dampaknya kemudian dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga bahan kebutuhan pokok maupun BBM. Kondisi tersebut menjadi semakin berat bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan jalur distribusi utama.

Editor: Aspian Nur

 

Tags:

Berita TerkiniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Berita Terkini.