Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berita Terkini

Selama Musim Kemarau ‎‎Permintaan Oksigen di Faskes Mahulu Meningkat 

Adi Putra
25 September 2026
0 views
•3 min
Stok obat dan kebutuhan medis tersimpan di Gudang Farmasi Dinkes P2KB Mahulu untuk mendukung pelayanan kesehatan selama musim kemarau dan kabut asap. (Foto: Julika/Korankaltim.com).

Penulis: Julika Hengin
‎
‎KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Kebutuhan oksigen di sejumlah fasilitas kesehatan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengalami peningkatan selama musim kemarau yang disertai kabut asap.
‎
‎Kondisi tersebut membuat Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Mahulu harus menjaga ketersediaan stok oksigen agar tidak terjadi kekosongan.
‎
‎Terutama karena Mahulu berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan akses distribusi yang masih bergantung pada jalur sungai.
‎
‎Pejabat Teknis Pelaksana Kegiatan (PPTK) Seksi Kefarmasian Dinkes P2KB Mahulu Sofia Deang Wulun mengatakan, permintaan oksigen dari fasilitas kesehatan meningkat dibandingkan kondisi sebelumnya.
‎
‎“Kalau untuk oksigen, permintaannya ada peningkatan signifikan. Sejauh ini yang paling banyak malah di GSM,” kata Sofia saat ditemui di ruang kerjanya Gudang Farmasi, Jumat (25/9/2026).
‎
‎Menurutnya, permintaan oksigen dari fasilitas kesehatan menjadi perhatian karena pengisian oksigen tidak dapat dilakukan langsung di Mahulu. 
‎‎Karena itu, Dinkes harus mengantisipasi kebutuhan sebelum stok benar-benar habis.
‎“Harus tetap di-stok terus, karena kita belum ada pengisiannya di Mahulu. Jadi kalau kosong, kami drop, ambil lagi, cari lagi,” ujarnya.
‎
‎Kebutuhan setiap fasilitas kesehatan dipantau melalui Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPPO) yang disampaikan secara berkala. 
‎
‎Data tersebut menjadi dasar untuk melihat kebutuhan masing-masing fasilitas kesehatan, termasuk oksigen.
‎Namun, peningkatan kebutuhan dalam situasi bencana atau kondisi khusus seperti kabut asap tidak selalu dapat diprediksi secara pasti.
‎“Kadang kami tidak bisa juga mengukur permintaan ini, karena setiap bulan ada LPPO. Dari LPPO itu kami bisa melihat berapa permintaan mereka. Tapi untuk oksigen ini sudah beberapa kali ada permintaan,” jelasnya.
‎
‎Selain oksigen, Dinkes P2KB Mahulu juga menyiapkan sejumlah obat dan kebutuhan kesehatan untuk menghadapi dampak kemarau serta kondisi bencana.
‎
‎Usulan bantuan telah disampaikan kepada pemerintah provinsi, di antaranya berupa obat untuk diare, vitamin, serta kebutuhan kesehatan lainnya.
‎
‎Distribusi ke wilayah ulu juga menjadi perhatian karena pengiriman harus menyesuaikan kondisi akses. 
‎Sebagian bantuan dikirim melalui jalur darat kemudian dilanjutkan menggunakan transportasi sungai.
‎
‎“Kemarin kami sudah kirim ke zona ulu, obat-obatan sama masker. Lewat jalur darat, kemudian langsung ke sungai, lewat perahu,” ucap Sofia.
‎

Dalam pengiriman lainnya, bantuan kesehatan juga disalurkan bersama tim krisis. 
‎‎Bantuan tersebut mencakup pemberian makanan tambahan (PMT), obat-obatan dan masker untuk masyarakat di wilayah terdampak.
‎‎Sementara untuk wilayah hilir, penyaluran dilakukan melalui fasilitas kesehatan setempat dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
‎
‎Selain oksigen, obat-obatan dan masker, belum terdapat kebutuhan alat medis lain yang mengalami peningkatan menonjol selama kondisi kemarau dan kabut asap.
‎‎“Obat-obatan jelas, kemudian masker. Sama obat medis lainnya tidak ada, selain oksigen,” pungkas Sofia.

Editor: Aspian Nur 

Tags:

Berita TerkiniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Berita Terkini.