Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berkah Ramadan

Pasar Ramadan Ditiadakan, Lapak Pedagang Musiman Bertebaran

Koran Kaltim
30 April 2020
225 views
2 min
Lapak Lena dan Rekannya di jalan Kartini Tenggarong (Heri/korankaltim.com)

KORANKALTIM.COM,TENGGARONG – Dampak pandemi Covid-19 sangat terasa di semua sektor. Kondisi paling berat juga dirasakan oleh pedagang musiman yang biasanya memanfaatkan keberadaan Pasar Ramadan.


Pemerintah Kutai Kartanegara (Kukar) meniadakan Pasar Ramadan karena dinilai dapat meningkatkan resiko penyebaran Covid-19.

Lena (58), salah satu pedagang musiman yang biasa berjualan di Pasar Ramadan Jalan S Parman Tenggarong, mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi ini. 

Namun, dirinya tetap berjualan di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Kartini Tenggarong.

"Kalau saya nyewa jualan di sini, dekat jembatan kayu. Saya jualan aneka masakan, jualan sayur masak," katanya kepada Korankaltim.com, Kamis (30/4/2020).

Lena mengungkapkan, akibat ditiadakannya pasar Ramadan, banyak rekan-rekannya yang terpaksa tidak berjualan lagi. Sebagian berjualan di depan rumah masing-masing.

"Banyak yang tidak jualan lagi tahun ini, ngondokan maha sida (nganggur saja mereka). Kalau yang tetap jualan, mereka buka lapak di depan rumah sendiri-sendiri, ada juga yang nitip dagangannya ke kawannya," ungkapnya.

Mengacu pada surat edaran Bupati Kukar tanggal 16 Maret 2020,  Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono menegaskan, Pemkab tidak memfasilitasi dan tidak memperbolehkan tempat-tempat untuk Pasar Ramadan.

"Yang jelas kami tidak memfasilitasi, dan tidak memperbolehkan tempat untuk dijadikan Pasar Ramadan, pedagang yang sering jualan di pasar ramadan sudah kita hubungin juga," ujarnya.

Pihaknya menyarankan agar pedagang berjualan di rumah saja dengan memanfaatkan sistem penjualan online. Bahkan, pihaknya akan membantu memfasilitasi pedagang untuk berjualan secara online.

"Kalau jualan di depan rumah kan sama saja bisa mengakibatkan berkumpulnya banyak orang. Di dalam rumah saja dengan menggunakan sistem online. Ini dilakukan semata-mata untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona," tegasnya. 


Penulis: Muhammad Heriansyah

Editor: M.Huldi

Tags:

Berkah RamadanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Berkah Ramadan.