Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berkah Ramadan

Salat Idul Fitri di Rumah, Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Koran Kaltim
4 Mei 2020
1.5K views
3 min
Ustadz DR Abdul Somad Lc, MA ( Foto: ist)

KORANKALTIM.COM, PEKANBARU - Ulama asal Pekanbaru, Riau, Ustadz DR Abdul Somad Lc, MA, memberikan penjelasan soal cara salat idul fitri di tengah pandemi Covid-19. Hal ini jika wabah covid-19 belum berakhir dan aturan serta imbauan untuk tidak salat Idul Fitri berjamaah di masjid atau di lapangan masih berlaku.

"Selesai Ramadan malam Idul Fitri besoknya kita (bertanya) salat Idul Fitri di mana? Andai (covid-19) tidak selesai, tapi kita harap selesai. Semoga video ini (penjelasan UAS) selesai (bisa menjelaskan)," kata UAS dalam video pribadinya, Ahad (3/5/2020) malam kemarin seperti diwartakan repbulika.com.

Dalam penjelasanya, UAS mengutip penjelasan dari Imam Al Muzani yang merupakan murid Imam Syafii. Di mana, penjelasan itu diterangkan dalam ringkasan kitab Al Umm, kitab induk Imam Syafii. Menurut UAS, dalam kitab itu disebutkan boleh salat Idul Fitri maupun Idul Adha seorang diri saja. "Pagi Idul Fitri tidak bisa pulang kampung. Sendirian di rumah kost-kostan. Salat Idul Fitri di situ sendiri. Allahu Akbar. Di rumahmu," kata UAS. "Yang gak bisa mudik, gak boleh mudik, mudik pulang kampung ditangkap di tol. Sedih, jangan sedih. Salat sendiri di rumah," tambah UAS.

Menurut UAS, berdasarkan penjelasan kitab itu, orang yang salat Idul Fitri ini juga berlaku untuk hamba sahaya (Budak) yang pada zaman dulu tuannya tidak membolehkannya keluar. Kemudian, untuk perempuan yang tidak bisa keluar rumah karena takut tak ada muhrimnya.

Selain boleh salat Idul Fitri sendirian, UAS juga menjelaskan jika salat Idul Fitri nanti bisa dilakukan berjamaah di rumah dengan orang yang terbatas. "Di rumah itu ada bapak, ada anaknya, ada ponakannya, ada istrinya, keluarganya. Sesungguhnya salat Idul Fitri Idul Adha, sah dilaksanakan empat orang," kata UAS.

Menurut UAS, empat itu adalah batas minimal jamak. Jadi, menurut UAS, tidak ada alasan untuk tidak salat Idul Fitri dan Idul Adha di rumah. Baik itu sendiri maupun berjamaah. Kemudian, untuk khotib salat Idul Fitri di rumah nanti, UAS menjelaskan rukun khutbahnya sama seperti khutbah Idul Adha dan khutbah Jumat. "Cuma lima saja," kata UAS.

UAS menjelaskan, khotib harus berdiri. Kemudian, takbir, mengucap Alhamdulillah. Setelah itu, membaca shalawat (Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa'ala ali sayyidina Muhammad). Setelah itu membaca ayat Alquran ( Ya ayyuhalladzina amanu ittaqullah), jika tidak hafal boleh membaca qul huwall?hu a?ad Allahus somad. Setelah itu wasiat takwa (Usikum wanafsi bitaqwallahi), jika tidak bisa bahasa Arab sebutkan kuwasiatkan kepada kamu takutlah kepada Allah.

Kemudian, duduk sebentar. Karena, khutbahnya terdiri dari dua khutbah. "Setelah itu berdiri lagi dan ulang lagi. Alhamdulillah, shalawat, membaca qul huwall?hu a?ad Allahus somad, jamaah sekalian mari kita tingkatkan takwa, mudah-mudahan kita smeakin takwa kepada Allah," kata UAS.

Selanjutnya membaca doa (Allahumma muslimin), kalau tidak bahasa Arabnya bisa berdoa ya Allah lepaskan bencana ini dan ditutup kalimat Alhamdulillahirabbil alamin. "Selesai, habis,"kata UAS. "Tidak ada alasan untuk tidak beribadah. Mudah-mudahan bermanfaat, terima kasih," tutup UAS. (*)

Tags:

Berkah RamadanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Berkah Ramadan.