Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berkah Ramadan

Sirine yang Mewarnai Hari-hari Masyarakat Tenggarong di Bulan Suci Ramadan, Ini Kisah Dibaliknya

Koran Kaltim
20 April 2021
1.4K views
3 min
Menara sisi kanan Masjid Agung Sultan Sulaiman, tempat diletakkannya sirine yang dioperasikan oleh security masjid (heri/korankaltim.com)

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Masyarakat Kota Tenggarong  dan sekitarnya tentu sangat akrab dengan bunyi sirine yang selalu terdengar disaat waktu berbuka puasa dan saat memasuki waktu imsak selama bulan Ramadan.

Faktanya keberadaan sirine ini sudah berusia 30 tahun lebih dan di Ramadan 1442 Hijriyah tahun ini pun suaranya tetap dinantikan dan selalu menghiasi hari-hari bagi umat muslim saat menjalankan ibadah puasa.

“Waktu saya masih kecil sudah ada itu (sirine), Masjid ini saja tahun 92 diresmikan  dan sebelum itu sirine itu sudah ada. Sekitar tahun 90 itu sudah ada,” kata Humas Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, Mulliansyah kepada korankaltim.com, Selasa (20/4/2021). 

Ustadz Mull, sapaan akrabnya, mengungkapkan sejarah keberadaan sirine dulunya ditempatkan di kawasan Gunung Pendidik belakang eks garasi Pemadam Kebakaran (PMK) yang kini sudah menjadi bangunan Gedung Dekranasda, Kelurahan Sukarame, Tenggarong.

“Dulu sirine itu di Gunung Pendidik dan memang aset Pemda yang dioperasionalkan oleh petugas yang bekerja di PDAM (Perumda Tirta Mahakam). Seiring berjalannya waktu dan pembangunan Masjid Agung masih berproses, tahun 1992 masjid diresmikan tapi belum ada menara dan posisi sirine masih di Gunung Pendidik diatas PMK,” ungkapnya.

Diperkirakan sirine yang berbunyi tiga kali setiap hari di bulan Ramadan yakni saat waktu berbuka, jam dua dini hari untuk menandakan saat sahur dan saat waktu imsak itu, resmi berpindah di Masjid Agung sekitar tahun 1995-1996.

“Begitu proses fasilitas masjid sudah jadi seperti sudah ada menara lengkap dengan fasilitas pagar, halaman, sirine itu langsung dipindahkan kesini, memang sejarahnya hanya difungsikan untuk di bulan puasa saja,” papar Ustadz Mull.

Meskipun sudah menghiasi dan menjadi bagian dari Masjid Agung Sultan Sulaiman, rupanya sirine ini tidak termasuk barang inventaris milik masjid. Hal ini diketahui setiap ada perawatan dan perbaikan, pengelola masjid tidak pernah dibebankan untuk perbaikan dan perawatannya.

“Kalau perbaikan itu yang teknisinya langsung yakni petugas yang bekerja di PDAM itu dari dulu hingga sekarang. Sampai sekarang pun tidak termasuk dalam barang inventaris masjid. Dulu sempat ada perbaikan itu juga bukan disini, jadi kami mengganggap itu barang titipan. Mungkin dulu dipindah kesini karena agak kesulitan untuk mengoperasikannya disana (atas gunung),” jelasnya.

Meskipun tidak ada dalam syariat islam keharusan adanya sirine, Mul menegaskan fungsi sirine ini ternyata sangat membantu bagi umat muslim. “Ya ini fungsinya sama seperti bedug ya, dengan jangkauan yang lebih luas. Dan semua kegiatan ibadah di Masjid termasuk bunyinya sirine ini tersiarkan secara live melalui radio IDC sehingga untuk kawasan yang tidak terdengar bisa menantikan melalui siaran radio,” tutup Ustadz Mull.


Penulis: Muhammad Heriansyah

Editor: Aspian Nur

Tags:

Berkah RamadanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Berkah Ramadan.