Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Breaking News

Ribuan Mahasiswa Aksi Tolak UU Cipta Kerja Kepung Gedung DPRD Kaltim

Koran Kaltim
8 Oktober 2020
1.3K views
1 min
Ribuan masa memadati depan Kantor DPRD Kaltim (Faisal/Korankaltim.com)

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Setelah sekitar setahun  sunyi senyap, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim di Karang Paci kembali dipadati  ribuan massa aksi demonstrasi penolakan Pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, Kamis (8/10/2020) hari ini.

Ribuan mahasiswa yang terhimpun dari Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) terdiri dari beberapa kampus di Samarinda, Tenggarong, hingga Balikpapan memenuhi ruas jalan Teuku Umar, sehingga aktivitas lalu lintas menjadi lumpuh total.

Ban bekas pun dibakar membuat asap hitam terlihat, Satu persatu perwakilan melontarkan orasinya tentang penolakan Omnibus Law itu.

Humas Aksi, Elga Baskian mengatakan aksi hari ini sama seperti kemarin,  tetap menolak Undang-undang Cipta Kerja itu dicabut.

"Kami menuntut aturan yang baru itu dicabut, karena sangat tidak berpihak dengan masyarakat," ucap Elga.

Dalam aksi di depan gedung perwakilan rakyat itu  mahasiswa menuntut agar dapat memasuki gedung DPRD

"Target kami memasuki kantor DPRD kaltim. Untuk meminta menyepakati apa yang menjadi tutuTan kami, bukan perwakilan tapi semua," tegasnya. (*)


Penulis : Faisal

Editor: Aspian Nur

Tags:

Breaking NewsBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Breaking News.