Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Breaking News

BREAKING NEWS !!! Wagub Kaltim Tolak Tandatangan, Situasi di Depan Gedung DPRD Memanas

Koran Kaltim
12 Oktober 2020
2.9K views
1 min
Aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law, di depan Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, memanas, Senin (12/10/2020) malam. (foto: Permata S Rahayu/Korankaltim.com)

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Unjuk rasa yang digelar gabungan mahasiswa Kaltim di depan kantor DPRD Kaltim memanas, Senin (12/10/2020) malam.

Pasalnya, usai menerima dan berdialog dengan massa aksi, Senin petang,  Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi menolak permintaan mahasiswa untuk menandatangani surat kesepakatan penolakan terhadap Omnibus Law, Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Aparat kepolisian, melalui pengeras suara sudah memperingatkan para demonstran untuk membubarkan diri lantaran waktu menyampaikan pendapat di muka umum sudah habis. "Sudah pukul 7 malam. Silakan pulang ke rumah masing-masing," tegas Kasat Binmas Polresta Samarinda, Kompol Nono Rusmana.

Hingga saat ini Demonstran masih bertahan hingga petugas menyiapkan water Canon untuk menghalau demonstran yang mulai rusuh. Lemparan berbagai jenis benda pun mulai terjadi di depan pintu Gebang Gedung DPRD Kaltim.

Saat berita ini ditulis sekira pukul 19.30 WITA tembakan gas air mata pun sudah mulai ditembakkan dari barisan petugas.[]

Penulis: Permata S. Rahayu
Editor : Rusdianto

Tags:

Breaking NewsBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Breaking News.