Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Breaking News

Breaking news !!! Aliansi Mahakam Kembali Kembali Turun ke Jalan Suarakan Omnibus Law

Koran Kaltim
28 Oktober 2020
510 views
1 min
Mahasiswa tutup jalan dan orang-orangan berbentuk pocong (foto: Claudius Vico/Korankaltim.com)

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) kembali turun ke jalan, sama seperti aksi-aksi sebelumnya, mereka menyuarakan tentang penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, di depan gerbang masuk Universitas Mulawarman.

Berbeda seperti biasanya yang membawa ban bekas untuk dibakar, kali ini mereka membawa keranda dan orang yang didandani seperti pocong, hal itu menandakan bahwa telah wafatnya demokrasi di negeri ini.

Salah satu orator menyampaikan keresahannya, regulasi yang dibentuk oleh pemerintah saat ini merupakan salah satu bentuk penindasan. "Maka dari itu kita suarakan sampai dicabutnya regulasi tersebut, dan Presiden sampai mengeluarkan Perpu," ucap salah satu orator.

Dengan memberhentikan truk mereka menggunakannya untuk menjadi panggung orasi, salah satu mahasiswa yang juga menyampaikan pendapatnya. "Pada rezim saat ini pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat," sebutnya. Dengan memblokade jalan sehingga mengakibatkan kemacetan panjang pada bilangan jalan M Yamin.


Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan


Tags:

Breaking NewsBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Breaking News.