Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Citizen Journalism

Di Balik Rasa Kemanusiaan Politisi

Koran Kaltim
19 Desember 2018
794 views
2 min
Di Balik Rasa Kemanusiaan Politisi

Oleh : Muhammad Ismail

(Jurusan Hubungan Internasional Universitas Nahdatul Ulama Kaltim)


PELAKU politik pada saat ini sangat ekstrim dalam menjalankan sebuah perpolitikan yang melibatkan masyarakat banyak. Idealnya dalam sebuah negara demokrasi, masyarakat dijamin kebebasannya dalam bersuara ataupun hak memilih. Namun pada kenyataannya, itu hanya sebuah wacana belaka. Demi kepentingan tertentu, sehingga terkadang demokrasi diabaikan.

Para pelaku politik malah melakukan hal sebaliknya. Mereka memanfaatkan masyarakat sipil hanya untuk kepentingan kekuasaan. Masyarakat sipil secara tidak langsung didorong untuk melakukan apa yang diinginkan para pelaku politik itu. Seperti halnya saat ini para pelaku politik hanya mengumbar janji pada saat membutuhkan kantong suara dari masyarakat. Pasca itu dilupakan, bahkan hingga ditinggalkan sama sekali.

Wajar jika belakangan masyarakat mulai bosan dengan wacana-wacana para pelaku politik. Masyarakat hanya diberi janji-janji semu. Bahkan para pelaku politik memanfaatkan jiwa simpati masyarakat sipil agar dapat mencapai sebuah kepentinganya. Contohnya saat jelang Pemilu, pelaku politik mendadak berjiwa sosial. Mereka sibuk mempublikasikan diri dengan kegiatan-kegiatan sosial seperti santunan terhadap anak yatim piatu di panti asuhan, santunan terhadap korban bencana alam, dan lain sebagainya. Muara dari semua kegiatan berbau pencitraan ini tentunya tidak lain untuk menarik simpati masyarakat sekaligus meraup suara besar pada saat Pemilu nanti.

Sikap para politisi yang tidak bisa memberikan edukasi politik positif ini yang kemudian menimbulkan sikap acuh tak acuh dari masyarakat. Mereka seakan memisahkan persoalan politik dengan dari kehiduopan sehari-harinya, karena menganggap tak ada gunanya berpolitik jika hanya untuk memenuhi kepentingan elit politik saja. Masyarakat hanya dibutuhkan saat menjelang Pemilu. (*)


Tags:

Citizen JournalismBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Citizen Journalism.