Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Citizen Journalism

Menghargai Arti Sebuah Impian | Muhamad Fadhol Tamimy (Pegawai Lapas Tenggarong)

Muhamad Fadhol Tamimy
27 Agustus 2019
260 views
3 min
Menghargai Arti Sebuah Impian | Muhamad Fadhol Tamimy (Pegawai Lapas Tenggarong)

Oleh: Muhamad Fadhol Tamimy

Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tenggarong

Impian adalah nyawa yang tak akan pernah bisa dipisahkan daripada kehidupan. Ia akan selalu tumbuh dan berkembang seirama dengan mekanisme kebutuhan. Mungkin menjadi seorang pemimpi tak perlu ijazah sekolah ataupun kuliah. Ia juga tak jua membutuhkan segenggam pernyataan di depan notaris ala sertifikasi tanah dan rumah. Namun menjadi pemimpi membutuhkan keberanian. Sebuah keberanian untuk melaksanakan dan mewujudkan impian kedalam alam kenyataan.

Orang yang selalu bermimpi, tak bisa kita sematkan sebagai orang yang pandai berhayal dan cendrung bermalas-malasan. Faktanya karena mimpilah orang tergerak untuk bertindak sesuatu yang tak dapat dibayangkan sebelumnya. Beberapa kesuksesan yang dirasakan sekarang bisa jadi itu adalah proses bagian dari mimpi yang terus menerus di bayangkan, dijaga eksistensinya dalam diri, dan divisualisasikan dengan perbuatan.

Siapa bilang bermimpi tidak membutuhkan keberanian dan imajinasi. Nyatanya banyak sekali yang mengalami penolakan, penghinaan, dan kesinisan saat mimpi yang di idam-idamkan di utarakan sebagai bentuk kebanggaan. Terlebih lagi, tak sedikit yang memberikan penolakan dan perlawanan tersebut adalah kerabat dekat, sahabat, yang sebenarnya mereka sudah kita anggap sebagai fondasi penguat dikala diri tak lagi kuat menjalani ujian dalam hidup.

mimpimu terlalu tinggi lee, ojo duwur-duwur, engko tibo loro dadine” mimpimu terlalu tinggi nak, jangan tinggi-tinggi nanti kalau jatuh sakit. Pernah mengalaminya? Jika ia berarti anda adalah salah satu diantara sekian banyak umat manusia yang pernah mengalami peristiwa “blokir” mimpi dari orang lain.

Blokir mimpi ini juga kerap terjadi pada peristiwa penentuan jurusan pendidikan anak. Misalnya saja sang anak yang bermimpi untuk menjadi seorang programmer, namun sang orang tua justru menginginkan anaknya menjadi seorang dokter. Alih-alih mendengarkan dengan runut alasan dari anak yang tengah mengutarakan mimpinya kedepan, justru sang anak langsung di hardik dan di labeli sebagai anak pembangkang dan durhaka.

Atau blokir mimpi yang di lakukan oleh orang tua saat sang anak tengah melakukan eksperimen-eksperimen yang tak lazim dilihat oleh orang tua. Misalnya anak sebenarnya tengah mengerjakan kerajinan dengan tanah liat/ lumpur.

Sang anak tengah membayangkan jika apa yang di buatnya nanti dapat menjadi suatu barang yang hebat dan bernilai untuk di hadiahkan dan diperlihatkan kepada orang tuanya (ibu/bapak). Mimpi sang anak sebenarnya sederhana, ingin di puji oleh orang tuanya. Namun tak di sangka pada saat sang anak memberikan hasil karyanya, justru ia di cubit dan di maki-maki karena telah mengotori baju yang di pakainya, dimana sang ibu/bapak sebenarnya bisa saja mencucinya lagi. Namun karena sudah kadung marah dan emosi, akhirnya pemblokiran mimpi dan aksi melukai jiwa dan raga anak terjadi. Terus menerus hal tersebut dilakukan, hingga tak sadar sang anak yang dulunya diam, telah beranjak dewasa dan siap untuk berbalas dendam.

Sayang disayang, buah hati itu telah kadung hilang dengan membawa sejuta dendam, karena mimpi menjadi anak yang paling special di mata orang tuanya tak dapat lagi terwujud akibat telah kalut oleh kemelut hati yang semrawut. Yang ada tinggallah butiran sisa daripada nasi mawut.

Memberdayakan mimpi diri, dan mengapresiasi mimpi orang lain terkadang tak mudah dilakukan. Seperti kasus menghargai mimpi anak sendiri di atas, memberdayakan mimpi diri sama seperti menjaga asa dalam diri. Karena mimpi yang di berdayakan dan diaktualisasikan dengan penuh kesungguhan, akan membawa kita pada pencapaian yang didalamnya syarat dengan rasa syukur kepada Sang pencipta yang Esa.

Arti impian dalam kehidupan. Belajar arti sebuah impian dalam kehidupan dengan terus menerus menjaga, memberdayakan, dan mengaktualisasikan adalah langkah konkrit diri untuk merealisasikan impian tersebut. Dan pada akhirnya sebuah mimpi yang direalisasikan akan sangat bermanfaat jika tak lupa berharap kebermanfaatan didalamnya disertai dengan doa dalam senyap.

Semoga kita semua mampu menjadi sang pemimpi yang berdampak dan menginspirasi seluruh umat semesta.


Tags:

Citizen JournalismBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Muhamad Fadhol Tamimy

6

Penulis di kategori Citizen Journalism.