Penulis: Hendra
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Kilang Unit Balikpapan telah mengolah 46,3 juta barel minyak mentah pada periode Januari hingga Juni 2023. Meningkat sekitar 5,8 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan, Ely Chandra Peranginangin mengatakan, Pertamina berupaya menjaga keandalan kilang yang dikelola.
"Salah satu indikator keandalan kilang adalah jumlah barel minyak mentah yang diolah," kata Chandra, Minggu (6/8/2023).
Chandra menjelaskan bahwa sebagai kilang terbesar kedua yang dimiliki oleh Pertamina, Kilang Unit Balikpapan memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga ketahanan energi di Indonesia.
"Kilang Unit Balikpapan dikenal sebagai kilang gasoil karena memang lebih dari 50 persen produk yang dihasilkan oleh merupakan gasoil series," jelasnya.
Menurut Chandra, bahan bakar minyak yang dihasilkan oleh kilang selalu disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan pasar. Pengelolaan kilang juga dilakukan secara terintegrasi.
"Apabila ada kendala di salah satu kilang Pertamina, akan dilakukan pengaturan-pengaturan produksi untuk memastikan ketahanan energi tetap terjaga," terang Chandra.
Proses produksi kilang yang dilakukan secara nonstop, mewajibkan kepastian keandalan kilang. Proses produksi akan berhenti apabila dilakukan pemeliharaan rutin terutama pada skala besar (turn arround).
Selain keandalan kilang, PT KPI Unit Balikpapan juga harus melakukan pengelolaan secara aman, selamat dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Pengawasan terus-menerus wajib dilakukan bahkan di hari libur. Untuk itu, PT KPI Unit Balikpapan mewajibkan dilakukannya manajemen on duty ketika hari-hari libur. Tidak ada hari libur dalam hal memastikan keamanan dan keselamatan proses produksi kilang," tuturnya.
Pendekatan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan (HSSE) yang dilakukan oleh PT KPI Unit Balikpapan juga terus disempurnakan. Salah satunya melalui Safety Leadership Program 4.0.
Jika dulu pendekatan lebih banyak pada aspek teknis, kini pendekatan juga dilakukan dengan menyentuh sisi-sisi humanisnya.
"Salah satu poin utama dalam program ini adalah semua orang harus menjadi role model keamanan dan keselamatan. Siapapun dia jika ditegur karena alpa dalam mematuhi aspek HSSE tidak boleh marah, bahkan harus berterima kasih, sekalipun dia pimpinan tertinggi di unit operasi," jelas Chandra.
Program ini juga menempatkan keselamatan semua pihak sebagai hal yang utama. "Tindakan tidak aman saya, tidak hanya bisa membahayakan diri sendiri, namun juga orang lain. Oleh karena itu, saling menjaga dan peduli adalah hal yang sangat penting," tutup Chandra.
Editor: Supiansyah




