Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi

Beras Penyumbang Inflasi Tertinggi di Kalimantan Timur

Koran Kaltim
2 Oktober 2023
937 views
2 min
Beras menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kaltim. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur merilis inflasi  September 2023 bulan lalu  dimana Benua Etam mengalami inflasi 0,12 persen, merupakan inflasi bulanan (m-to-m) dari dua kota yang dilakukan di Samarinda dan Balikpapan. Inflasi didominasi kelompok makanan yaitu beras sebesar 0,1370 persen.

Kepala BPS Kalimantan Timur Yusniar Juliana mengatakan, inflasi yang terjadi ini memiliki beberapa indikator yaitu kenaikan harga BBM,  gagal panen akibat dampak El Nino yang menyebabkan kemarau panjang sehingga petani mengalami krisis pasokan air bagi sektor pertanian menjadi berkurang secara signifikan dan kebijakan pemerintah terhadap gejolak inflasi.

“Catatan peristiwa itu menjadi indikator terhadap perkembangan inflasi di Kaltim dan inflasi tertinggi berada pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,32 persen,” kata Yusniar kepada Korankaltim.com Senin (2/10/2023).

Ditingkat nasional saat ini mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.  Dibandingkan dengan Agustus 2022 lalu inflasi ini cenderung lebih rendah. Hal ini disebabkan karena pada September 2022 terjadi kenaikan harga BBM sekitar 30 persen.

“Saat itu ada pola yang berbeda pada harga BBM dan untuk di bulan ini ada ppenyesuaian harga, tapi presentasinya lebih rendah dari pada September 2022 lalu,” bebernya.

Inflasi di Kaltim berdasarkan kelompok pengeluaran yaitu inflasi tertinggi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,32 persen dan memberikan andil sebesar 0,0913 persen.

Selain itu juga terdapat kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga atau deflasi pada semptember 2023 yaitu pada kelompok pengeluaran kesehatan yang mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dengan andil inflasi minus 0,027 persen.

Secara bulan ke bulan, kelompok makanan yang menyumbang inflasi didominasi oleh beras sebesar 0,1370 persen, ikan layang sebesar 0,0642 persen, kacang panjang–jagung manis sebesar 0,03 persen dan bensin sebesar 0,0306 persen. Sementara yang mengalami penurunan harga adalah daging ayam ras, cabai rawit, angkutan udara, bawang merah dan kangkung.

Editor: Aspian Nur


Tags:

EkonomiBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Ekonomi.