Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi

Produksi Beras Dalam Negeri Masih Kurang, Pemerintah Bakal Impor 1,5 Juta Ton

Koran Kaltim
8 Oktober 2023
625 views
2 min
Tumpukan beras di salah satu Gudang Bulog. (Foto: dok.bisnis.com)

KORANKALTIM.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan peninjauan panen padi di Desa Ciasem, Subang. Meskipun panen berjalan lancar dan hasilnya memuaskan, Jokowi mengatakan produksi beras di dalam negeri tetap belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Hasil panen yang dilakukan di Desa Ciasem sendiri cukup tinggi, yaitu mencapai 9 ton per hektare. Jokowi berharap hasil ini bisa mendukung cadangan beras pemerintah. Meski begitu, Jokowi mengatakan impor beras tetap harus dilakukan karena produksi yang ada tetap kurang untuk memenuhi kebutuhan.

"Saya senang melihat hasilnya, saya kira satu hektare bisa berapa pak? Bisa 9 ton karena padat sekali saya lihat dan kita harapkan dari panen ini pasokan beras bisa menambah cadangan kita. Tapi memang tetap masih kurang," ungkap Jokowi saat memberikan keterangan usai melakukan peninjauan yang ditayangkan virtual, Minggu (8/10/2023).

Jokowi menjelaskan total cadangan beras di Bulog cuma 1,7 juta ton. Pemerintah sendiri berencana minimal akan melakukan impor 1,5 juta ton beras lagi.

"Dari stok yang ada di Bulog, 1,7 juta ton, tapi kita akan menambah lagi (impor) sampai akhir tahun kira-kira 1,5 juta ton," ujar Jokowi seperti dilansir dari detik.com.

Ketika dikonfirmasi lagi mengapa Indonesia harus impor pangan, Jokowi mengatakan semua terjadi karena siklus cuaca El Nino berdampak ke produktivitas pertanian di Indonesia.

“Problem itu oleh sebab itu kita tambah 1,5 juta ton karena El Nino akan pengaruhi produksi dan hasil panen yang ada. Sekali lagi, karena El Nino produksi itu tetap menurun, tetap berkurang, tapi nggak ada masalah karena cadangan kita di Bulog masih banyak 1,7 juta ton," beber Jokowi.

Editor: Maruly Zainuddin


Tags:

EkonomiBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Ekonomi.