Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi

Disdag Samarinda Larang Ayam dan Ikan Mentah Dijual di Luar Pasar, Marnabas: Akan Kami Tertibkan

Koran Kaltim
18 Juli 2024
3.7K views
2 min
Salah satu pasar tumpah yang ada di Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Penulis: */Ainur Rofiah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Marnabas Patiroy tegaskan pedagang ikan atau ayam (basah) tidak boleh berada di luar pasar.

Hal itu diungkapkannya melihat banyaknya warga yang lebih tertarik belanja di pasar tumpah, ketimbang di pasar induk. Menurut pantauan media ini, banyak warga yang mengaku harga di pasar tumpah lebih murah ketimbang dengan pasar induk.

“Iya jelas, karena di pasar tumpah itu dia tidak menyewa tempat, kemudian perputarannya lebih cepat” ungkap Marnabas, Kamis (18/7/2024).

Mereka yang menempati pasar tumpah ini, diakui Marnabas, hanya mengambil untung yang kecil. Sehingga harganya lebih murah.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan penertiban ke beberapa pasar tumpah yang ada di Kota Samarinda.

Bukan untuk mematikan dagangan mereka. Namun, dia menyediakan tempat bagi para pedagang di dalam pasar induk. “Jadi mereka masuk ke dalam pasar, karena pasar ini kan tempat bertemunya antara pedagang dan pembeli. Apalagi di dalam pasar ini terjadi tawar menawar,” jelasnya.

“Ikan, dan ayam seperti yang saya bilang, juga daging dan sayuran itu kalau aturannya tidak boleh dijual di luar pasar, kecuali yang sudah masak atau yang siap makan,” tegasnya.

Marnabas mengaku, bukan karena persaingan. Namun, lebih kepada memanggu lingungan hidup, hingga terjadi kemacetan. Saat ini pihaknya masih mengkaji regulasi keberadaan dan aturan dari pedagang pasar tumpah ini. Lalu kemudian melakukan aksi di lapangan.

“Kami akan siapkan semua buat jualan di dalam pasar. Semua ke depan akan kami tertibkan, tidak bisa. Kalau kita lihat Pasar Segiri kalau lewat jam 11 itu agak sepi dalamnya, karena pembeli lebih suka yang dibagian luar,” imbuhnya.


Editor: Supiansyah


Tags:

EkonomiBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Ekonomi.