Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi

Balikpapan Catat Deflasi Agustus 2024, Inflasi Tahunan Tertahan di Level 2,26 Persen

Koran Kaltim
5 September 2024
285 views
3 min
Turunnya harga daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang deflasi di Kota Balikpapan pada periode Agustus 2024. (Foto: Hendra/Korankaltim.com)

Penulis: Hendra

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Kabar baik datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai inflasi di Kota Balikpapan. Pada Agustus 2024, Indeks Harga Konsumen (IHK) kota ini mencatat deflasi sebesar 0,20 persen (mtm). Kondisi ini menunjukkan penurunan yang lebih dalam dibandingkan deflasi Juli yang hanya 0,09 persen (mtm).

Ini menandai bulan kedua berturut-turut Kota Balikpapan mengalami deflasi. Meski demikian, inflasi tahunan di kota ini tercatat sebesar 2,26 persen (yoy).

Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,12 persen (yoy). Termasuk inflasi gabungan 4 kota di Provinsi Kalimantan Timur yang sebesar 2,13 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kota Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa penurunan harga komoditas seperti ikan layang, kangkung, bawang merah, daging ayam ras, dan tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama deflasi bulan ini.

"Penurunan harga ikan layang sejalan dengan peningkatan hasil tangkapan nelayan dan stabilitas konsumsi masyarakat," kata Robi, Kamis (5/9/2024).

Dia melanjutkan, harga bawang merah juga turun akibat panen dari sentra produksi di Jawa. "Sedangkan pasokan kangkung yang melimpah turut memengaruhi harga," ujarnya.

Robi menambahkan bahwa penurunan tarif angkutan udara turut menyumbangkan deflasi. "Disebabkan oleh normalisasi harga tiket pesawat setelah kenaikan signifikan pada periode liburan dan kegiatan di IKN," imbuhnya.

Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga yang menahan deflasi lebih lanjut, seperti cabai rawit, bensin, popok bayi, dan tarif kendaraan travel.

"Kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh penurunan pasokan dari wilayah produsen utama, sementara harga bensin naik akibat penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina," ungkapnya.

Sementara Kenaikan harga popok bayi diperkirakan terkait dengan kenaikan dari pemasok. "Kalau tarif kendaraan travel meningkat karena permintaan tinggi menjelang HUT RI dan kegiatan di IKN," jelas Robi.

Sementara itu, sambung Robi, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) juga mencatat deflasi pada Agustus 2024 dengan tingkatan yang mencapai 0,52 persen (mtm).

"Lebih tinggi dibandingkan Kota Balikpapan, tetapi mengalami penurunan dari deflasi Juli yang sebesar 1,08 persen (mtm)," sebutnya.

Ini merupakan deflasi ketiga kalinya di PPU sejak Juni. Inflasi tahunan tetangga Balikpapan ini tercatat sebesar 1,37 persen (yoy). "Lebih rendah dibandingkan inflasi nasional dan inflasi gabungan 4 kota di Provinsi Kalimantan Timur," tambahnya.

Deflasi di PPU terutama disebabkan oleh penurunan harga komoditas pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, dengan andil sebesar -0,57 persen (mtm). Komoditas penyumbang deflasi tertinggi meliputi tomat, ikan layang, daging ayam ras, bawang merah, dan semangka.

"Dipicu oleh melimpahnya pasokan dari musim panen di berbagai wilayah produsen. Sedangkan harga daging ayam ras turun akibat normalisasi distribusi dan permintaan yang menurun," jelas Robi Ariadi.

Deflasi di Kota Balikpapan dan PPU menunjukkan hasil positif dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan berbagai instansi terkait, termasuk Bank Indonesia.

"Walaupun terjadi deflasi, tidak berarti aktivitas ekonomi menurun. Survei Konsumen kami menunjukkan peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Agustus 2024, didorong oleh optimisme terhadap penghasilan dan lapangan kerja," ungkap Robi.

Namun, tantangan ke depan tetap ada, terutama dengan meningkatnya curah hujan yang dapat menyebabkan banjir dan mengganggu pasokan pangan. Selain itu, kenaikan harga avtur di tingkat nasional juga dapat memengaruhi tarif angkutan udara dan berdampak pada inflasi di sektor transportasi. (*)


Editor: Aspian Nur

Tags:

EkonomiBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Ekonomi.