Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi

Teras Samarinda jadi Kawasan Eksklusif, Pemkot Larang Kegiatan Bisnis Diluar yang Sudah Ada Saat Ini

Koran Kaltim
27 September 2024
1.5K views
2 min
Tenan UMKM yang sudah mendapat izin resmi berjualan di Teras Samarinda, selain mereka tidak diperbolehkan ada bisnis lain di kawasan ini. (Foto: Aspian/Korankaltim.com)

Penulis: Ainur Rofiah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Jangan berharap bisa melakukan kegiatan bisnis selain yang sudah ada saat ini di Teras Samarinda.

Kawasan rekreasi dan hiburan masyarakat Kota Tepian yang baru dibuka itu bakal jadi kawasan eksklusif, hal mana yang membuat Pemerintah Kota Samarinda melarang bisnis diluar dari mereka yang sudah menempati lokasi tersebut sekarang ini.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menjelaskan bisnis yang ada di Teras Samarinda Jalan Gajah Mada itu hanya tenan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sementara pungutan hanya boleh pada sektor parkir resmi, diluar dari itu dilarang.

“Tidak boleh ada kegiatan bisnis di kawasan Teras Samarinda, yang boleh hanya tenan UMKM itu saja dan pungutan hanya boleh dari sektor parkir,” kata Marnabas kepada Korankaltim.com Jumat (27/9).

Larangan diberlakukan mengingat pengelola secara resmi untuk kawasan tersebut belum dibentuk apalagi  tujuan dibukanya Teras Samarinda saat ini untuk memperkenalkan keindahannya kepada masyarakat tak hanya Samarinda tapi juga dari luar daerah.

Saat ini Pemkot Samarinda masih melakukan pembahasan finalisasi pengelola Teras Samarinda. “Kami masih lakukan pembahasan untuk finalisasi pengelola, paling lambat awal Oktober pekan depan, apakah bisa atau tidak kegiatan bisnis di sana diluar yang sudah ad aitu tergantung pengelolanya nanti,” paparnya.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda itu juga menegaskan larangan sogok menyogok untuk petugas yang berjaga. Kalau ada kejadian sogokan ataupun pungutan liar (pungli) yang terjadi dia meminta masyarakat untuk segara melapor.

“Kalau sampai ada kejadian begitu, langsung lapor ke saya, nanti biar saya yang laporkan ke wali kota sehingga yang melakukan kesalahan bisa disanksi,” tegas Marnabas.

Pengelola Teras Samarinda nantinya memiliki kuasa atas segala agenda yang ada di kawasan tersebut termasuk dengan booking lokasi untuk kegiatan pada bagian teater.

Untuk saat ini tidak boleh ada kegiatan, termasuk beberapa waktu lalu dikatakan Marnabas ada ibu-ibu melakukan senam di sana juga tidak diperkenankan.

“Pernah ada ibu-ibu mau senam tidak kami perbolehkan. Memang tujuannya bagus, tapi tetap untuk saat ini belum boleh dulu,” pungkasnya.

Editor: Aspian Nur

Tags:

EkonomiBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Ekonomi.