Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi

Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram Semakin Langka di Tenggarong, Banyak Warung Terpaksa Tutup

Koran Kaltim
10 Juni 2025
0 views
2 min
Gas Elpiji 3 Kilogram di Pangkalan. (Foto: Erlita/Korankaltim.com)

Penulis: Erlita Budiarti

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kelangkaan tabung Liquid Petroleum Gas (LPG) atau gas elpiji ukuran tiga kilogram  kembali terjadi di Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Kondisi ini membuat masyarakat Kota Raja  resah dan terpaksa mencari tabung gas tersebut hingga ke luar wilayah tempat tinggal mereka. 

Warga dari beberapa kelurahan seperti Maluhu, Melayu dan Loa Ipuh melaporkan kesulitan mendapatkan gas meski telah berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain.

Di Kelurahan Maluhu, kekosongan gas sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Warga setempat mengeluhkan kelangkaan stok.

“Biasanya seminggu dua kali ada pengiriman tapi sekarang sudah dua hari kosong, keliling dari Mangkurawang, ke Pesut tidak dapat," kata seorang warga kepada Kornkaltim.com Selasa (10/6/2025) pagi tadi.

Sementara di Kelurahan Melayu, kondisi serupa juga dialami warga. Yuma, seorang penjual makanan kecil mengaku tak mendapatkan gas meskipun sudah rela haris membeli dengan harga lebih tinggi. “Mau bayar lebih juga tidak ada barangnya. Kami sudah keliling sampai tiga pangkalan tetap kosong,”  ujar Yuma.

Kelangkaan ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama para pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada gas elpiji 3 kilogram untuk produksi. Beberapa warung makan bahkan memilih tutup sementara akibat tidak adanya pasokan gas.

Kondisi di Loa Ipuh pun tak jauh berbeda. Rizal, warga setempat mengaku harus mencari gas hingga ke Kelurahan Mangkurawang, namun tetap tidak berhasil mendapatkannya. “Saya sudah datangi ke tiap pangkalan, semuanya bilang belum ada kiriman dari agen," ungkap Rizal.

Mereka berharap, pihak terkait bisa segera menyediakan kebutuhan pokok tersebut, karena gas melon ini keberadaannya penting untuk kebutuhan rumah tangga.

"Karena kalau tidak ada gas terus bagaimana kami memasak dan kebutuhan rumah terpenuhi, semoga segera di respon dengan pihak terkait," pungkas Yati, warga lainnya.

Editor: Aspian Nur

Tags:

EkonomiBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Ekonomi.