Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi

Barantin Dorong Ekspor Kaltim Tercatat di Daerah Asal

Koran Kaltim
22 Oktober 2025
0 views
3 min
Suasana Pelabuhan Petikemas Palaran yang merupakan tempat Ekspor dari Kalimantan Timur. (Foto: Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat M. Panggabean menegaskan pentingnya memperkuat pencatatan ekspor komoditas asal Kalimantan Timur (Kaltim) agar benar-benar tercatat sebagai produk daerah. 

Penegasan ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan pelepasan ekspor komoditi kayu dan produk turunan CPO ke India dan Cina, Rabu (22/10/2025).

Sahat menyampaikan bahwa selama ini banyak produk asal Kaltim justru tercatat sebagai ekspor dari provinsi lain karena proses sertifikasinya dilakukan di Pulau Jawa. Akibatnya, data ekspor yang terekam secara nasional tidak mencerminkan kontribusi sebenarnya dari Kaltim.

“Selama ini produk dari Kaltim ditarik antar area ke Jawa dan disertifikasi di sana. Jadi tercatatnya di Jawa, berarti Surabaya, Semarang, atau Jakarta. Saya ingin akselerasi ekspor itu benar-benar tercatat di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dari total nilai ekspor sekitar Rp13 triliun lebih, hanya sebagian kecil yang tercatat sebagai ekspor asal Kaltim. Hal itu dinilai perlu segera dibenahi agar pencatatan ekspor sesuai dengan asal komoditasnya.

“Dari Rp13 triliun ekspor itu, sebagian besar masih tercatat di luar Kaltim. Ke depan kami akan bantu supaya ekspor itu tercatat di sini,” tegasnya.

Sahat menambahkan, percepatan layanan menjadi kunci utama bagi pelaku usaha agar proses ekspor berjalan efisien. Untuk itu, ia mendorong adanya kolaborasi lintas instansi antara karantina, bea cukai, KSOP, Pelindo, dan pemerintah daerah.

“Karantina harus bersama dengan bea cukai. Kalau bicara ekspor, dua entitas ini harus ada. Karantina terkait keamanan dan kesehatannya, bea cukai terkait penerimaan negaranya,” terangnya.

Ia menyebut, jika dokumen ekspor lengkap dan sesuai persyaratan, seluruh proses bisa diselesaikan dalam hitungan jam.

“Sepanjang dokumennya lengkap, pasti hitungan jam bisa selesai. Saya pantau untuk komoditi yang lolos SLA-nya, proses karantina bisa 5–6 jam saja,” jelasnya.

Pelaku usaha juga diminta agar tidak ragu berproses selama seluruh dokumen administrasi lengkap. Ia memastikan pemerintah telah menyediakan sistem layanan digital yang lebih cepat dan transparan.

“Teman-teman pelaku usaha jangan takut. Lengkapi dokumennya, pasti cepat. Pemerintah sudah lebih baik dengan sistem layanan digital,” katanya.

Lebih lanjut, Sahat mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan sarana dan prasarana pendukung agar proses sertifikasi bisa dilakukan langsung di pelabuhan Kaltim, tanpa perlu mengirim dokumen ke luar daerah.

Selain mempercepat layanan ekspor, ia menekankan pentingnya komunikasi antarlembaga. Menurutnya, hambatan utama selama ini bukan pada regulasi, melainkan kurangnya koordinasi antar pihak.

“Selama ini masalahnya hanya komunikasi. Makanya saya minta dibuat pertemuan bulanan yang dipimpin gubernur supaya semua pihak bisa duduk bersama melihat kendalanya,” tuturnya.

Barantin, lanjutnya, juga berkomitmen mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen dengan mendorong hilirisasi dan akselerasi ekspor berbagai komoditas unggulan.

“Kita masuk ke hilirisasi. Komoditi seperti sarang burung itu contoh produk hilirisasi. Komoditi lain juga kita dorong hilirisasinya, sekaligus percepat ekspornya,” jelas Sahat.

Ditambahkannya, karantina berperan memastikan keamanan dan kesehatan setiap komoditi ekspor maupun impor. Namun, keberhasilan peningkatan ekspor hanya bisa dicapai melalui sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Untuk mempercepat ekspor, semua pihak harus all out pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha. Pemerintah percepat prosesnya, pelaku usaha patuhi syaratnya. Semuanya jadi mudah,” pungkasnya.


Editor: Erwin

Tags:

EkonomiBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Ekonomi.