Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Gaya Hidup

Jangan Asal Diajak Bermain, Pahami Bahasa Kucing, Sedang Stres atau Bahagia

Koran Kaltim
7 November 2025
0 views
4 min
Pemilik kucing harus memamahi bahasa hewan itu, apakah siap diajak bermain atau menolak karena stres. (shutterstock)

KORANKALTIM.COM - Kucing dikenal memiliki reputasi sebagai hewan yang dingin, misterius dan sulit dipahami. Namun para ilmuwan mengatakan kalau kucing sebenarnya adalah komunikator yang sangat baik.

Dari ekor yang bergoyang hingga telinga yang mendatar, kucing memiliki banyak cara untuk memberitahu orang lain terutama yang memelihara mereka bagaimana dan apa yang dirasakannya. Sayangnya, menurut penelitian kebanyakan manusia sebenarnya sangat buruk dalam memahami bahasa kucing. 

Uji bahasa kucing ini menantang pemilik hewan itu untuk melihat tujuh gambar interaksi antara manusia dan kucing, lalu menebak apakah interaksi tersebut positif atau negatif.

Meskipun terlihat seolah-olah kucing-kucing ini sedang bersenang-senang, tidak semua kucing benar-benar sedang bermain. Beberapa kucing menunjukkan tanda-tanda stres atau kegelisahan yang menunjukkan mereka ingin dibiarkan sendirian.

Melansir dari laman dailymail.co.uk Jumat (7/11/2025) hari ini, peneliti dari Universitas Adelaide menemukan fakta banyak orang kesulitan membedakan antara perilaku kucing yang bermain-main dan yang stres.  

Para peneliti memperlihatkan video interaksi manusia-kucing kepada 368 orang, dengan sekitar setengah video menampilkan kucing yang bahagia dan sisanya menampilkan situasi yang stres.  

Namun orang-orang hanya mengenali tanda-tanda stres yang halus dengan tingkat akurasi yang sama dengan kebetulan, yang menunjukkan mereka tidak dapat membedakan kucing mana yang bahagia. Bahkan ketika kucing menunjukkan tanda-tanda stres yang dianggap jelas oleh para peneliti, orang-orang masih mengira mereka bahagia sekitar 25 persen dari waktu.  

Satu gambar menunjukkan seekor kucing mengejar mainan dengan mata terfokus, telinga tegak dan ekor terangkat.   Penulis utama Julia Henning, seorang kandidat PhD yang meneliti perilaku hewan peliharaan, mengatakan ini adalah contoh yang baik dari perilaku bermain kucing yang bahagia.

“Ekor terangkat adalah sinyal penting pada kucing. Sinyal ini digunakan antar kucing untuk berkomunikasi kalau kucing tersebut ramah dan merupakan tanda baik juga merasa nyaman,” jelas Henning. 

Sebenarnya, ekor adalah satu diantara hal terpenting yang perlu diperhatikan saat mencoba mengetahui apakah seekor kucing sedang bahagia.   Meskipun gerakan ekor tidak selalu menandakan hal negatif, kucing akan lebih sering menggerakkan ekornya saat mereka terstimulasi secara emosional oleh stres atau kegembiraan. Semakin banyak ekor bergerak dan semakin besar gerakan tersebut, semakin intens perasaan tersebut.  

“Kalau gerakan ekor mulai menjadi lebih besar atau lebih cepat saat bermain atau jika ekor berubah dari rileks menjadi bergoyang saat disentuh, itu mungkin pertanda untuk mundur.  

Namun seringkali sulit membedakan antara perilaku bermain dan stress. Misalnya, pupil yang melebar bisa menjadi tanda stres maupun kegembiraan,” papar Henning.

Itulah mengapa penting untuk memperhatikan bahasa tubuh kucing secara keseluruhan, bukan hanya beberapa tanda individu.  Jika pupil kucing melebar, tetapi ia membungkuk rendah dan menggerakkan pantatnya, itu berarti ia sedang bersenang-senang dan bersiap untuk melompat.

Namun, jika mata yang melebar disertai dengan tanda-tanda stres, seperti telinga yang rata dan kumis yang kaku, ini bisa berarti kucing tersebut sangat ketakutan. 

Hal penting yang perlu diingat adalah kucing akan selalu memberi tahu pemiliknya persis bagaimana perasaannya. Kalau kita mencoba menyentuh kucing dan ia mundur, berdiri dan mencoba pergi atau bahkan menggigit tangan, ini adalah tanda ia tidak senang. 

Sedangkan, jika kucing mendorong wajahnya ke tangan atau mulai menegakkan ekornya, ini adalah cara kucing memberi tahu ia menikmati kehadiran kita. Dan jika kucing mulai terlihat stres, hal terbaik yang harus dilakukan adalah membiarkannya saja.

“Kalau melihat tanda-tanda peringatan, berikan kucing banyak ruang. Saat stres, kucing tidak suka disentuh atau orang terlalu dekat. Jika kucing kembali dan memulai kontak lagi, itu pertanda baik mereka nyaman, tetapi tetap waspada terhadap tanda-tanda peringatan yang kembali,” tegas Henning.


Tujuh Tanda Positif dan Negatif dari Seekor Kucing

POSITIF

- Kalau kucing menunjukkan minat untuk bermain maka tubuh dan wajahnya mengarah ke atas dan telinganya dalam posisi rileks ke atas dan ke depan. 

- Mata yang melebar biasanya berarti kucing fokus dan bersemangat saat bermain. Kita dapat melihat kucing tidak stres karena berada dalam posisi jongkok yang bermain-main dan telinganya rileks.  

- Kucing akan memberi tahu kita ketika mereka ingin disentuh dengan secara aktif mengawali kontak. Kucing ini menggosok pipi dan kepalanya ke orang tersebut dan ekornya diangkat dalam posisi bahagia.  

NEGATIF

- Meskipun kucing bereaksi terhadap mainan, ia menunjukkan tanda-tanda stres. Telinganya datar dan ke samping dan kumisnya kaku. Ini adalah tanda ia tidak menikmati diri sendiri. 

- Meskipun kucing kembali kepada kita dan tampak menggigit dengan playful, ini biasanya tanda ia stres. Jika telinganya rata dan ekornya bergoyang-goyang, ia mungkin melihat tangan kita sebagai ancaman.  

- Kucing mungkin sementara mentolerir disentuh meskipun mereka tidak senang. Kita dapat mengetahui kucing ini tidak menikmati kontak karena dagunya ditekuk dan kepalanya menoleh ke arah lain.  

- Ketika kucing berbaring telentang, hal itu dapat dengan mudah disalahartikan sebagai bermain. Namun, jika kucing berguling menjauh atau menampar tangan saat kita menyentuhnya, ini adalah tanda ia stres.  


Editor: Aspian Nur

Tags:

Gaya HidupBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Gaya Hidup.