Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Gaya Hidup

Ini Cara Menghentikan Phubbing Agar Kebersamaan Tak Rusak karena Ponsel

Koran Kaltim
18 November 2025
0 views
3 min
Mengabaikan kebersamaan dengan anak jadi satu dari banyak sisi buruk keberadaan ponsel. (gettyimages)

KORANKALTIM.COM - Sudah bukan rahasia lagi kalau kemajuan teknologi membuat hubungan antarmanusia kini sudah tak lagi seharmonis sebelumnya.

Dengan masing-masing ponsel di tangan, jargon “mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat” kian mempertegas hal itu.

Keberadaan ponsel sejatinya tidak baik untuk hubungan dan kedekatan, tapi nyatanya itu tidak menghentikan seseorang untuk mengambilnya puluhan kali sehari.  

Itulah cara yang disebut phubbing, secara tidak sengaja mengabaikan seseorang demi ponsel, merayap masuk ke momen-momen sehari-hari.  

Hal ini dapat memengaruhi hubungan seseorang dengan membuat pasangan merasa diabaikan dan penggunaan ponsel oleh orangtua dapat benar-benar memengaruhi anak-anak, mulai dari melemahkan ikatan dengan anak-anak yang lebih muda hingga merusak harga diri pada anak-anak yang lebih tua. “Daripada mengkritik diri sendiri karena kurangnya kendali, fokus pada menjadi lebih sadar saat kita mengambil perangkat bisa lebih efektif,” menurut seorang psikolog.

Dr Kaitlyn Regehr, Associate Professor di University College London, Inggris, menyarankan satu cara sederhana untuk menghentikan kebiasaan mengambil ponsel secara tidak sadar saat kita bersama orang lain.

Setiap kali mengambil ponsel, beritahu orang disekitar mengapa melakukannya dan setelah selesai, letakkan ponsel dan kembali berinteraksi.

Mungkin terdengar terlalu mudah, tetapi Regehr mengatakan perubahan kecil ini dapat membantu mengubah perilaku seseorang, karena sebenarnya pengguna sering memeriksa pesan, melihat notifikasi atau "hanya sekilas melihat sesuatu" tanpa berpikir.

Yang penting adalah transparansi, jadi jika ada pesan yang muncul dan perlu dicek, beritahu orang atau orang-orang yang bersama kita. Ucapkan lah kalimat "Saya hanya perlu membalas ini, lalu perhatian saya akan kembali pada kamu,"

Dengan menyebutkannya misal "Saya perlu memeriksa jadwal kereta" atau "Saya membalas pesan ibu saya", Anda menghentikan kebiasaan otomatis memeriksa ponsel dan juga memberi sinyal kepada orang di samping kita kalau sebenarnya mereka masih penting. "Ini menghentikan orang lain merasa diabaikan," kata Regehr melansir dari laman apnews.com Selasa (18/11/2025) hari ini. "Dan itu membuat seseorang bertanggung jawab, karena mengurangi teralihkan focus ke aplikasi lain atau scrolling tanpa henti," imbuhnya.

Dr. Claire Hart, Associate Professor Psikologi di Universitas Southampton, memimpin sebuah studi yang melibatkan wawancara dengan 196 orang tentang hubungan mereka dan penggunaan ponsel. 

Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan semakin kita merasa diabaikan karena ponsel, semakin buruk hubungan cenderung menjadi. "Tidak semua orang bereaksi dengan cara yang sama," kata Hart. 

"Hal ini tergantung pada kepribadian, tetapi begitu satu diantara pihak merasa diabaikan, hal itu dapat memicu balasan. Mereka mengambil ponsel mereka sendiri dan itulah saatnya menjadi spiral berbahaya karena masing-masing pasangan merasa ditolak atau kurang dihargai dibandingkan apa yang ada di layar," ungkapnya.

Setiap kali kita diabaikan karena ponsel, kita akan kehilangan koneksi dan setelah meninggalkan momen bersama untuk melihat layar, bisa memakan waktu untuk kembali ke apa yang sedang terjadi sebelumnya.


Editor: Aspian Nur

Tags:

Gaya HidupBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Gaya Hidup.