Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Gaya Hidup

Selain Merokok, Ini Dua Penyebab Lain dari Penyakit Jantung

Koran Kaltim
29 November 2025
0 views
3 min
(marca.com)

KORANKALTIM.COM - Tembakau membunuh dan merokok sangat memengaruhi kesehatan, hal itu sudah tak terbantahkan. World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia menyebut tembakau, dalam hal ini merokok, merupakan penyebab utama penyakit, kecacatan dan kematian dini yang sebenarnya dapat dicegah di seluruh dunia. 

Di Eropa, merokok menyebabkan 1,2 juta kematian setiap tahun. Merokok berkaitan langsung dengan perkembangan berbagai penyakit (20 di antaranya merupakan jenis kanker yang berbeda, menurut Badan Internasional untuk Penelitian Kanker dalam Laporan Kanker Dunia 2020) dan juga merupakan penyebab utama banyak kematian akibat kanker paru-paru dan lebih dari 50 persen penyakit kardiovaskular atau serangan jantung.

Berbagai penelitian menunjukkan merokok berbahaya bagi jantung, tetapi tak banyak yang tahu, ada kebiasaan sehari-hari lain yang juga berdampak negatif terhadap kesehatan kardiovaskular. 

Aurelio Rojas, seorang kardiolog dan komunikator sains asal Spanyol menjelaskan, kebiasan sehari-hari yang mengancam kesehatan jantung selain merokok itu yang pertama adalah mengkonsumsi gula. "Ini adalah sesuatu yang dilakukan 9 dari 10 orang setiap hari, mengonsumsi lebih dari dua kali lipat jumlah gula harian yang direkomendasikan," kata Rojas melansir dari laman marca.com Sabtu (29/11/2025) hari ini.

Rojas juga mengingatkan kalau  80 persen gula yang dikonsumsi setiap hari tersembunyi dalam makanan olahan yang dibeli. "Gula tidak terdapat dalam sesendok yang ditambahkan ke kopi tetapi dalam makanan supermarket biasa seperti saus, yogurt rasa, roti produksi komersial, sereal, minuman, daging olahan dan camilan," ungkapnya.

Gula berlebih diantara banyak hal lainnya, meningkatkan peradangan, resistensi insulin, tekanan darah dan trigliserida, menciptakan lingkungan yang sempurna bagi jantung untuk menjadi sakit tanpa disadari.

Untuk menghindari konsumsi ini, Rojas memberikan saran. "Memeriksa label produk yang dibeli di supermarket dengan cermat dan memeriksa kandungan gula tambahan dalam bahan-bahannya. Kalau terdapat lebih dari 5 gram gula per sajian, pilihan terbaik adalah menyimpannya dirak, membiarkannya, tidak usah dibeli," tegasnya.

Kebiasaan sehari-hari lain yang membahayakan jantung adalah kurang tidur. Rekomendasi ahli kesehatan tidur yang cukup adalah  7-8 jam per hari. "Itu (kurang tidur) adalah sesuatu yang dilakukan setiap hari dan dianggap normal," tegas sang ahli.  "Tidur kurang dari 6 jam sehari dapat melipatgandakan atau bahkan melipatgandakan risiko serangan jantung," tegasnya.

Diantara penyebab kurang tidur ini adalah stres, tetapi menurut Rojas hal itu seharusnya tidak dijadikan alasan. "Mengorbankan waktu istirahat tidak hanya memperburuk kesehatan jantung tetapi juga mengganggu sistem saraf, meningkatkan kadar kortisol, mengganggu sensitivitas insulin, mempercepat aterosklerosis, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh ." 

Sarannya sebagai seorang ahli adalah menetapkan batas waktu  untuk tidur dengan cara mengurangi memandang layar ponsel, menghindari makan malam ringan dan selalu berusaha untuk tidur selama 7 hingga 8 jam.


Editor: Aspian Nur

Tags:

Gaya HidupBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Gaya Hidup.