Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Gaya Hidup

Matikan Ponsel Anda Lima Menit Sehari untuk Cegah Serangan Siber

Koran Kaltim
1 Desember 2025
0 views
3 min
Malam hari adalah waktu yang ideal untuk mematikan ponsel. (ilustrasiinfobae)

KORANKALTIM.COM - Mematikan telepon seluler dalam waktu lima menit setiap hari  mendapatkan perhatian di bidang keamanan siber setelah dipromosikan oleh Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, yang mendesak masyarakat untuk memasukkan kebiasaan sederhana ini sebagai pertahanan yang mudah diakses terhadap pertumbuhan ancaman digital.

Praktik ini, yang dapat dilakukan sambil menjalankan tugas sehari-hari seperti menggosok gigi, bertujuan untuk mengganggu pengoperasian program latar belakang dan menghalangi akses tidak sah ke informasi pribadi dan perbankan.

Pejabat Australia menekankan tindakan tersebut tidak memerlukan upaya luar biasa dan dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam rutinitas sehari-hari sehingga menawarkan penghalang awal terhadap serangan berkelanjutan.

Usulan Perdana Menteri Australia ini sejalan dengan pedoman yang dikeluarkan pada tahun 2020 oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat yang menyarankan untuk menghidupkan ulang telepon pintar setidaknya seminggu sekali sebagai bagian dari praktik terbaik untuk melindungi keamanan perangkat ini.

Mereka sepakat sekadar mematikan dan menghidupkan telepon dapat menghentikan aktivitas perangkat lunak berbahaya, termasuk program yang beroperasi tanpa sepengetahuan pengguna.

Dasar teknis untuk strategi ini terletak pada fakta beberapa jenis malware memerlukan sesi aktif agar berfungsi. Memulai ulang atau mematikan perangkat secara otomatis akan menutup proses ini, sehingga ancaman seperti spyware atau serangan zero-click sulit untuk bertahan.

Lebih jauh lagi, serangan yang mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak sering kali mengandalkan koneksi persisten, sehingga penghentian yang sering membatasi peluang koneksi tersebut untuk tetap aktif dan mengurangi kemungkinan penyerang mempertahankan akses berkelanjutan ke perangkat.

Periode yang disarankan oleh otoritas Australia bertujuan untuk memastikan semua proses latar belakang berhenti sepenuhnya dan setiap upaya koneksi yang tidak sah segera terputus.

Jangka waktu ini cukup untuk mengosongkan memori perangkat dan memutus aktivitas proses berbahaya yang memerlukan persistensi, sehingga memudahkan integrasi tindakan ini ke dalam kehidupan sehari-hari tanpa menimbulkan ketidaknyamanan berarti bagi pengguna.

Restart harian juga dapat menggagalkan serangan phishing atau upaya akses jarak jauh karena mengganggu koneksi aktif malware. Meskipun tindakan ini tidak menjamin perlindungan sepenuhnya, tindakan ini membantu mengurangi peluang penyerang, memberikan pertahanan awal terhadap ancaman yang terus-menerus.

Para pakar keamanan siber memperingatkan mematikan ponsel saja tidak cukup untuk memastikan perlindungan penuh terhadap data pribadi dan perbankan. Mereka menyarankan untuk melengkapi kebiasaan ini dengan praktik-praktik seperti mengunduh aplikasi hanya dari toko resmi, menjaga sistem operasi tetap terkini, penggunaan kata sandi yang kuat dan mengaktifkan autentikasi dua langkah.

Bentuk pencegahan lainnya termasuk menghindari koneksi ke jaringan WiFi publik dan tidak berbagi data sensitif melalui saluran tidak resmi atau dengan orang yang tidak dikenal bahkan jika mereka mengaku berasal dari perusahaan yang sah.

Sementara itu penerapan langkah harian ini yang mungkin tampak berlebihan bagi sebagian orang, disajikan sebagai tindakan pencegahan yang sederhana dan efektif terhadap peningkatan ancaman digital, yang memungkinkan pengguna untuk memperkuat keamanan perangkat seluler mereka dengan tindakan yang minimal dan mudah diterapkan.


Editor: Aspian Nur

Tags:

Gaya HidupBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Gaya Hidup.