KORANKALTIM.COM - Kemajuan Artificial Intelligent (AI) atau kecerdasan buatan yang tak terbendung tengah merevolusi dunia film dan televisi, baik dalam produksi maupun tema-tema yang diinspirasinya.
Saat ini, Netflix sebagai layanan acara televisi, film dan documenter serta anime secara streaming pun menawarkan beragam judul yang mengeksplorasi dilema, kemungkinan, dan risiko atas kehadiran AI, yang menegaskan teknologi ini tak hanya mengubah kehidupan nyata, tetapi juga mendorong perkembangan fiksi.
Dari cerita seru dalam negeri hingga masa depan apokaliptik alias kehancuran dunia, konten seputar kecerdasan buatan mengundang refleksi tentang dampaknya terhadap etika, keamanan dan identitas manusia.
Kecerdasan buatan muncul dalam berbagai genre film dalam beragam bentuk, beradaptasi dengan karakteristik spesifik masing-masing narasi.
Dalam fiksi ilmiah, kecerdasan buatan sering kali terwujud sebagai robot futuristik, sistem otonom atau makhluk sintetis yang mampu meniru emosi manusia, yang memicu konflik yang berpusat pada kemajuan teknologi dan implikasi etis dari penciptaan organisme cerdas.
Dalam cerita menegangkan, AI dapat berperan sebagai algoritma pengawasan yang memanipulasi informasi, sistem pertahanan yang tidak terkendali, atau penjahat tak terlihat yang mengancam keamanan dan ketertiban sosial.
Dalam drama dan cerita keluarga, AI memanifestasikan dirinya melalui asisten virtual yang memengaruhi dinamika emosional karakter, robot pengasuh atau kecerdasan berakal yang mengeksplorasi identitas mereka sendiri dan mengembangkan ikatan emosional dengan manusia. Disisi lain, dalam komedi dan satir, kecerdasan buatan mengambil peran-peran humoris: mulai dari asisten rumah tangga yang canggung hingga aplikasi digital yang menciptakan situasi absurd akibat kesalahpahaman dengan penggunanya.
Serial dan film tentang AI cukup banyak diputar di Netflix dan diantaranya yaitu;
Cassandra (2025):
Serial Jerman ini memadukan fiksi ilmiah dengan ketegangan dan berfokus pada kedatangan sebuah keluarga di sebuah rumah pintar yang dilengkapi asisten AI bernama Cassandra yang awalnya dikembangkan pada tahun 1970-an.
Apa yang awalnya merupakan kesempatan untuk menikmati kenyamanan hidup modern berubah menjadi mimpi buruk psikologis, karena AI tersebut mengembangkan perilaku yang mengganggu, berusaha mengendalikan lingkungan dan memanipulasi penghuninya untuk memperkuat pengaruhnya atas mereka.
Unknow: Killer Robots 2023:
Dokumenter ini penting untuk memahami sisi gelap kecerdasan buatan yang diterapkan pada militer. Dokumenter ini menganalisis evolusi senjata otonom, dari drone mematikan hingga sistem yang dapat mengambil keputusan hidup-mati tanpa campur tangan manusia secara langsung.
Buku ini mencakup wawancara dengan para ilmuwan, pakar pertahanan, dan kritikus, serta mengangkat dilema etika dan geopolitik yang muncul dari potensi perlombaan senjata yang didominasi oleh algoritma dan mesin.
JUNG_E (2023):
Film Korea Selatan ini mengeksplorasi masa depan dimana umat manusia akan menggunakan kloning dan transfer kepribadian untuk menciptakan tentara AI yang mampu mengakhiri perang saudara yang berkepanjangan.
Kisah ini mengikuti seorang ahli kecerdasan buatan yang, dalam upaya meniru pikiran ibunya, seorang pahlawan militer, menghadapi konflik emosional dan pertanyaan mendalam tentang identitas, kesedihan, dan batasan teknologi.
Love, Death and Robots (2019):
Serial antologi fiksi ilmiah animasi ini tersedia di Netflix . Setiap episode menyajikan cerita yang berdiri sendiri, disutradarai oleh kreator yang berbeda dan menampilkan gaya visual yang berbeda, di mana kecerdasan buatan, kemajuan teknologi, dan konsekuensinya bagi umat manusia memainkan peran penting.
Serial ini mencakup genre seperti drama, horor, dan komedi, dengan episode yang mengeksplorasi dunia futuristik, masyarakat distopia, dan dilema etika di mana AI sering kali menjadi protagonis.
Aspek unik dari Love, Death & Robots terletak pada keragaman tematik dan gayanya. Beberapa episode menunjukkan robot yang merenungkan keberadaan, sementara yang lain mengungkap mesin pemberontak, perang yang dikendalikan oleh algoritma, atau proses otomasi yang tidak terkendali.
Melalui cerita pendek, seri ini mendorong refleksi tentang dampak teknologi dan kecerdasan buatan pada kehidupan sehari-hari dan nasib peradaban.
Editor: Aspian Nur




