Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Gaya Hidup

Jalan-Jalan ke Hutan Bisa Meningkatkan Kesehatan

Koran Kaltim
12 Desember 2025
0 views
3 min
Meninggalkan kebisingan kota dengan berjalan ke hutan bisa jadi solusi untuk meningkatkan kesehatan. (ilustrasiinfobae)

KORANKALTIM.COM - Laju transformasi ekosistem yang cepat dan semakin banyaknya bukti fungsi biologis dapat terpengaruh di lingkungan industri telah memunculkan hipotesis kalau industrialisasi menciptakan ketidaksesuaian lingkungan.

Dalam studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Biological Reviews disebutkan lingkungan perkotaan dan lingkungan buatan bisa menjauhkan manusia dari kondisi alami karena faktor tersebut.

Penelitian ini dilakukan oleh Daniel Longman dari Universitas Loughborough di Inggris Raya dan Colin Shaw dari Universitas Zurich di Swiss .

Implikasinya jelas: kelangkaan alam dan paparan terus-menerus terhadap polutan industri dapat merusak sistem kekebalan tubuh, kesuburan dan kesehatan mental disetiap sudut dunia.

Itulah mengapa para ilmuwan menyarankan berjalan-jalan di hutan, aktivitas yang memaparkan orang pada rangsangan imunoregulator yang memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Penelitian ini berawal dari pengamatan kalau industrialisasi secara radikal mengubah lanskap yang dihuni manusia dan mengurangi kontak dengan alam.

Mereka menjelaskan manusia menghabiskan 93 persen waktunya dalam ruangan. Hal ini mengarah pada hipotesis ketidaksesuaian lingkungan yang menggambarkan efek negatif ketika suatu spesies berada di lingkungan baru yang belum pernah dikembangkan sebelumnya.

Studi ini bertujuan untuk menentukan apakah kehidupan perkotaan yang terindustrialisasi mengubah proses biologis yang penting untuk kelangsungan hidup dan reproduksi . Analisis ini membandingkan penduduk kota besar dengan mereka yang tinggal di lingkungan pedesaan dan meneliti sejauh mana menjauhkan diri dari alam dapat memengaruhi kesehatan, perilaku, dan kualitas hidup di antara berbagai populasi manusia saat ini.

Tim peneliti juga menggunakan studi observasional dan eksperimental untuk mengidentifikasi perbedaan antara penduduk perkotaan dan pedesaan.

Penelitian ini menganalisis indikator biologis dan paparan terhadap faktor-faktor seperti kebisingan, cahaya buatan dan mikroplastik yang merupakan karakteristik lanskap perkotaan.

Satu dari temuan kuncinya adalah kontaminan terdapat dalam darah, air susu ibu dan jaringan seluruh populasi manusia, termasuk bayi dan janin.

Fungsi reproduksi menjadi perhatian. Laporan tersebut menunjukkan penurunan konsentrasi sperma secara keseluruhan sebesar 51,6 persen dan penurunan jumlah sperma total sebesar 62,3 persen di wilayah yang terpapar tingkat polusi udara tinggi.

Untuk sistem kekebalan tubuh, hasil penelitian mendokumentasikan hubungan antara industrialisasi lingkungan, gangguan fungsi kekebalan tubuh dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi, peradangan kronis dan kanker dengan bukti yang menguraikan tantangan perkotaan baru.

Kinerja kognitif juga terpengaruh. Studi tersebut menunjukkan penurunan perhatian, memori kerja, dan kreativitas setelah terpapar lingkungan perkotaan yang terindustrialisasi.

Dari segi performa fisik, penelitian menunjukkan tren penurunan di kalangan remaja dan orang dewasa di perkotaan. Kekuatan otot dan kapasitas kardiovaskular tampaknya berkurang dibandingkan dengan mereka yang tumbuh di lingkungan pedesaan.

Para ilmuwan juga memperingatkan tentang efek stres kronis yang mendominasi kehidupan perkotaan yang mana hal itu memengaruhi metabolisme, sistem kekebalan tubuh dan kesuburan .

Menurut para peneliti, fakta kalau industrialisasi didorong oleh keuntungan ekonomi jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampak kesehatan jangka panjang, menyoroti urgensi untuk memahami ketidakseimbangan lingkungan ini.

Pesan intinya menekankan, untuk melindungi kesehatan generasi mendatang, sangat penting untuk memahami hubungan antara lingkungan dan biologi manusia.


Editor: Aspian Nur

Tags:

Gaya HidupBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Gaya Hidup.