KORANKALTIM.COM - Panggilan dari nomor tak dikenal dan spam telah menjadi gangguan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari pengguna telepon seluler.
Selain menjengkelkan, panggilan-panggilan ini dapat menyembunyikan penipuan dan rencana untuk mencuri data pengguna.
Keputusan tentang apa yang harus ditanggapi atau bagaimana mendekati komunikasi akan membuat perbedaan dalam menghadapi situasi yang menjengkelkan atau berbahaya, karena dalam proses tersebut suara pengguna berisiko direkam saat mencari jawaban tertentu.
Ketika ada panggilan yang tidak diinginkan masuk, banyak orang secara naluriah langsung menutup telepon begitu melihat nomor yang tidak dikenal.
Namun reaksi yang tampaknya tidak penting ini justru memberikan informasi berharga bagi sistem panggilan otomatis yang didukung oleh kecerdasan buatan oleh pelakunya.
Algoritma ini menyimpan setiap interaksi, termasuk durasi dan reaksi pengguna terhadap panggilan. Ketika panggilan terputus tanpa ada yang berbicara, sistem menginterpretasikan nomor tersebut aktif dan tersedia, sehingga meningkatkan kemungkinan pengguna yang sama akan dihubungi kembali baik dari nomor yang berbeda atau pada waktu yang berbeda.
Pencatatan data ini memungkinkan penyesuaian strategi yang sangat akurat yaitu waktu respons diidentifikasi, pola perilaku pengguna ditentukan dan upaya dimasa mendatang dioptimalkan untuk meningkatkan tingkat kontak yang efektif.
Rekomendasi ChatGPT, berdasarkan konsep keamanan yang diberikan oleh Federal Communications Commission (FCC) adalah untuk memulai setiap panggilan dari nomor yang tidak dikenal dengan kata netral yang tidak melibatkan informasi pribadi atau bahkan tingkat konfirmasi minimal tentang identitas.
Cara terbaik adalah dengan menjawab singkat "Halo?", lalu diam selama beberapa detik untuk mendengarkan reaksi orang lain. “Sapaan tradisional” ini cukup netral sehingga tidak memberikan data kepada sistem otomatis atau memberi penipu bahan untuk merekam interaksi tersebut.
Sistem spam sering kali memprogram pemutusan sambungan otomatis ketika mereka tidak menerima respons yang jelas yang mereka harapkan (seperti nama atau pernyataan eksplisit). Bahkan saat berbicara dengan operator, sapaan netral memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan petunjuk tentang tujuan panggilan sebelum memberikan informasi apa pun.
Jika terdapat tanda-tanda mencurigakan, seperti rekaman suara, keheningan yang berkepanjangan, desakan untuk mendapatkan data atau penggunaan frasa yang mendesak, tindakan terbaik adalah segera memutuskan komunikasi dan memblokir nomor pengirim.
Jika suara di ujung telepon adalah suara operator, langkah selanjutnya adalah menggunakan frasa yang meminimalkan paparan informasi namun tetap sopan. Pilihan yang aman meliputi: “Saya sedang berbicara dengan siapa?”, “Dari siapa?” atau “Apa alasan panggilan ini?”
Pertanyaan-pertanyaan sebelumnya membalikkan tekanan pada lawan bicara, memaksa mereka untuk mengidentifikasi diri dan menjelaskan alasan komunikasi mereka, sementara pengguna tetap menyimpan data dan kendali mereka atas percakapan tersebut.
Jika dipastikan panggilan tersebut berasal dari perusahaan yang menawarkan produk atau layanan yang tidak diinginkan, penolakan singkat seperti "Saya tidak tertarik, terima kasih" lebih baik atau bahkan ungkapan yang lebih tegas, misalnya: "Saya tidak mengizinkan panggilan ini" atau "Hapus nomor ini dari basis data Anda."
Respons ini biasanya cukup bagi sistem otomatis atau bahkan operator manusia untuk menandai angka tersebut sebagai negatif secara pasti sehingga mengurangi kemungkinan komunikasi lebih lanjut.
Pilihan efektif lainnya ketika menghadapi taktik penjualan yang gigih adalah dengan menyatakan sudah memiliki layanan atau penawaran yang mereka tawarkan atau dalam hal mengganti penyedia layanan menyebutkan tinggal di rumah sewa tanpa izin untuk melakukan modifikasi.
Terdapat beberapa frasa dan respons yang secara signifikan meningkatkan risiko menerima panggilan spam. Rekomendasinya adalah menghindari hal-hal seperti jangan pernah mengatakan “Ya”, jangan berikan nama depan atau nama belakang.
Hindari mengucapkan frasa seperti "Siapa yang berbicara?", karena hal itu dapat memicu respons otomatis pada beberapa sistem kecerdasan buatan. Jangan membagikan data identitas pribadi, nomor identitas, rincian bank atau informasi pribadi sensitif lainnya.
Editor: Aspian Nur




