Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Gaya Hidup

Waspada, Stres Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Lima Tandanya

Koran Kaltim
27 Januari 2026
0 views
4 min
Kesulitan tidur dan kelelahan terus-menerus jadi satu diantara tanda seseorang mengalami stres. (Ilustrasiinfobae)

KORANKALTIM.COM - Merasakan jantung berdebar kencang, kurang tidur karena kekhawatiran pekerjaan atau menyadari kepala lebih sakit dari biasanya bukanlah sekadar gangguan sehari-hari.

Menurut Harvard Health Publishing , gejala-gejala ini dapat menunjukkan bagaimana stres secara diam-diam namun mendalam memengaruhi tubuh dan kesehatan. 

Bukti ilmiah menunjukkan stres tidak hanya memengaruhi suasana hati tetapi juga dapat memicu masalah fisik dan mental yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Dalam data yang dikumpulkan, ada lima tanda yang memperingatkan rusaknya tubuh akibat stres, yaitu ;

1. Perubahan denyut jantung dan tekanan darah

Menurut Mayo Clinic, pusat medis akademik di Amerika Serikat, tubuh bereaksi terhadap situasi stres dengan melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol.

Proses ini meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, mempersiapkan tubuh untuk merespons bahaya. Meskipun mekanisme ini berguna dalam keadaan darurat , aktivasi terus-menerus dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit kardiovaskular . "Paparan berlebihan terhadap kortisol dan hormon lainnya dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan," organisasi tersebut memperingatkan di situs web resminya melansir dari laman infobae.com Selasa (27/1/2026) hari ini.


2. Masalah pencernaan dan perubahan nafsu makan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan stres yang berkepanjangan seringkali bermanifestasi sebagai ketidaknyamanan pencernaan, seperti sakit perut, mual, atau perubahan nafsu makan. 

“Stres dapat menyebabkan sakit kepala atau nyeri di bagian tubuh lain, ketidaknyamanan lambung, kesulitan tidur, atau perubahan nafsu makan ,” jelas WHO dalam publikasi terbarunya. 

Makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya, serta mengalami mulas atau diare, dapat dikaitkan dengan respons fisiologis terhadap stres.


3. Kesulitan tidur dan kelelahan yang terus-menerus

Kesulitan tidur atau sering terbangun di malam hari sering dikaitkan dengan tingkat stres yang tinggi . Menurut situs web khusus MedlinePlus: “Stres dapat menyebabkan masalah tidur dan kelelahan, bahkan jika seseorang tidak selalu mengaitkannya secara langsung dengan tidur,” sebut mereka. 

Kelelahan yang terus-menerus dan perasaan kurang istirahat memengaruhi kinerja dan konsentrasi, memperkuat siklus stres yang buruk.


4. Nyeri otot dan sakit kepala berulang

Harvard Health Publishing mencatat bahwa ketegangan otot, sakit kepala, dan migrain adalah gejala fisik umum yang terkait dengan stres. 

"Otot menegang dan keringat mengucur," demikian deskripsi laporan tersebut, yang mengisyaratkan bagaimana tubuh bersiap untuk bertindak sebagai respons terhadap ancaman nyata atau yang dirasakan. Kondisi ini dapat menjadi kronis , mengakibatkan ketidaknyamanan yang terus-menerus di punggung, leher, atau rahang.


5. Perubahan suasana hati, kecemasan, dan kesulitan berkonsentrasi

Dampak stres tidak hanya terbatas pada tubuh. Menurut NHS Inggris, stres dapat memengaruhi perasaan secara fisik dan mental serta perilaku. Sifat mudah tersinggung, kecemasan, kesedihan, kurang motivasi, dan kesulitan dalam mengambil keputusan adalah beberapa tanda yang paling umum. Dalam beberapa kasus, stres yang terus-menerus dapat memicu gangguan kecemasan atau depresi, seperti yang telah diperingatkan oleh WHO .

Lalu apa strategi untuk mencegah dampak negatif stress? Lembaga-lembaga yang dikonsultasikan sepakat mencegah dan mengelola stres adalah hal yang mungkin. 

Harvard Health Publishing merekomendasikan teknik-teknik seperti pernapasan dalam, olahraga teratur dan dukungan sosial. “Orang dapat mempelajari teknik untuk melawan respons stres ,” demikian penekanan laporan tersebut.

WHO menyarankan untuk menjaga rutinitas harian, cukup tidur, mengonsumsi makanan seimbang, dan membatasi paparan berita yang mengkhawatirkan. Berbicara dengan keluarga atau teman, mencari aktivitas yang menyenangkan, dan mencari bantuan profesional ketika stres menjadi sulit dikelola adalah beberapa strategi yang paling efektif.

Mayo Clinic memperingatkan agar tidak menggunakan cara-cara tidak sehat untuk mengelola stress seperti minum alkohol, merokok atau makan berlebihan .

Sebaliknya, mereka menekankan pentingnya mengidentifikasi pemicu dan mengambil langkah aktif untuk mengendalikannya. “Belajar mengelola stres memiliki banyak manfaat, seperti kualitas hidup yang lebih baik dan hubungan interpersonal yang lebih sehat ,” catat pusat medis Amerika tersebut.

Jika gejalanya menetap atau memengaruhi fungsi sehari-hari, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Stres dapat diobati dan dikelola, dan berbagai lembaga menawarkan sumber daya dan panduan praktis bagi mereka yang ingin meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional mereka.


Editor: Aspian Nur

Tags:

Gaya HidupBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Gaya Hidup.