KORANKALTIM.COM - Pada akhir tahun 1990-an, BlackBerry muncul di kancah teknologi dunia dengan sebuah tawaran yang akan mengubah komunikasi seluler.
Sementara Nokia mendominasi pasar dengan 5125 yang ikonik dan game Snake yang populer, perusahaan asal Kanada yang memproduksi BlackBerry memilih perangkat yang berbeda, yang menarik perhatian karena keyboard QWERTY fisiknya dan fungsionalitas yang belum pernah ada sebelumnya pada saat itu.
Pada tahun 1999, BlackBerry meluncurkan model pertamanya, 850, sebuah perangkat bertenaga baterai yang menggabungkan fitur pager, telepon seluler dan PDA. Daya tarik utama perangkat ini terletak pada keyboard-nya, yang mempermudah pengelolaan email dan akses ke kalender eksekutif.
Hal lain yang patut diperhatikan adalah penggunaan sistem pesan internalnya sendiri yaitu BB Messenger yang tidak seperti platform lain, dimana ekosistem BlackBerry menggunakan kode alfanumerik unik 8 karakter, yang dikenal sebagai BlackBerry PIN yang terkait dengan setiap perangkat. Untuk menghubungi orang lain, pengguna menggunakan pengenal ini alih-alih mencari nama di direktori publik.
Kesuksesan ini mendorong merek tersebut selama lebih dari satu dekade, dengan model-model ikonik seperti 7290, Pearl, Curve dan Bold. Pada tahun 2008, nilai saham BlackBerry mencapai $147, menandai puncak kejayaan perusahaan.
Namun, lanskap berubah drastis dengan hadirnya iPhone dan adopsi luas layar sentuh. Keyboard fisik kehilangan dominasinya dan pada tahun 2016, TCL mengambil alih produksi ponsel pintar BlackBerry yang menjalankan sistem operasi Android, menandai awal era baru.
Perusahaan Kanada tersebut berhenti memproduksi ponsel pada tahun 2016 dan pada Januari 2022, sepenuhnya menghentikan dukungan untuk perangkat lamanya.
Saat ini perusahaan tersebut mempertahankan namanya, tetapi aktivitas utamanya berfokus pada pengembangan perangkat lunak keamanan siber dan layanan bisnis.
Ponsel BlackBerry sudah tidak diproduksi lagi. Ini berarti mereka yang mencari perangkat ini hanya dapat mengakses model lama atau yang sudah diperbarui melalui pasar sekunder seperti eBay atau Mercado Libre. Harga sangat bervariasi tergantung pada model, kondisi dan nilai koleksinya.
Diantara model-model klasik, seperti BlackBerry Curve atau Bold, harga biasanya di Eropa berkisar antara $10 hingga $50, setara dengan Rp166 Ribu-Rp835 Ribu, untuk perangkat bekas dalam kondisi baik. Perangkat-perangkat ini, meskipun tidak lagi didukung secara resmi, tetap memiliki daya tarik tersendiri di kalangan kolektor dan pengguna yang mencari pengalaman retro.
Di sisi lain, model terbaru dan tercanggih, seperti BlackBerry KEY2 dapat ditemukan dalam kondisi rekondisi atau "baru" (biasanya dalam kotak terbuka atau dengan segel lama) dengan harga mulai dari $350 (setara dengan Rp5,8 Juta) dan dapat melebihi $600 (sekitar Rp10 Juta).
KEY2 LE, versi yang lebih terjangkau dalam lini yang sama, memiliki harga peluncuran sekitar $399, sebanding dengan RP6,6 Juta, meskipun harga saat ini dapat bervariasi tergantung pada penawaran yang tersedia dan kondisi perangkat.
Disegmen kelas atas, model-model mewah, seperti BlackBerry Porsche Design, mencapai harga yang jauh lebih tinggi. Unit baru atau koleksi biasanya melebihi $800, setara Rp13,3 Juta, mencerminkan eksklusivitas dan permintaan di kalangan penggemar merek tersebut. Karena itu, nilai sebuah BlackBerry sangat bergantung pada model spesifik, kelangkaan dan kondisi serta potensi nilainya sebagai barang koleksi.
Editor: Aspian Nur




