Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Gaya Hidup

WHO Sebut Penyebaran Virus Nipah Rendah Tapi Minta Semua Negara Waspada

Adi Putra
31 Januari 2026
0 views
3 min
Petugas kesehatan India dengan alat pelindung diri lengkap layaknya masa Covid-19 saat menangani pasien yang terserang virus Nipah di negara bagian Benggala Barat. (reuters)

KORANKALTIM.COM - Dunia sedang dihebohkan dengan kehadiran virus Nipah yang menjadi sorotan dunia kesehatan global. Kekhawatiran pun merebak dan jadi tanda tanya besar, apakah virus Nipah bisa membuat dunia kembali berhenti sejenak karena pandemi seperti pandemi Covid-19?.  

Meski belum berkembang menjadi pandemi luas, karakteristik virus ini menjadikannya ancaman serius yang tidak bisa dipandang sebelah mata.  Tak berbeda dengan Covid-19, virus Nipah dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan kemampuan menular lintas spesies. 

Di negara India, dua petugas kesehatan dinyatakan positif terjangkit virus Nipah disebuah rumah sakit swasta Barasat, Bengal Barat. Gambar-gambar peralatan medis, pakaian pelindung biologis dan laboratorium bergerak beredar di media di seluruh dunia, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menegaskan risiko penyebaran virus di luar negara India tetap rendah .

Sejak awal, badan PBB tersebut memantau situasi yang ada. “WHO menganggap risiko penyebaran infeksi lebih lanjut dari dua kasus ini rendah,” kata WHBO yang juga menekankan mereka tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan menyusul deteksi kasus baru di India.

Virus Nipah sendiri adalah zoonosis yang langka namun sangat mematikan. Menurut WHO , angka kematiannya berkisar antara 40 persen hingga 75 persen , dan saat ini belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk melawan infeksi ini. 

Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar buah dari genus Pteropus serta melalui makanan yang terkontaminasi atau lebih jarang melalui penularan dari manusia ke manusia, khususnya di lingkungan perawatan kesehatan.

Gejala awal meliputi demam, nyeri otot dan muntah dan dapat berkembang menjadi ensefalitis dan gangguan pernapasan.

Meskipun penilaian risikonya rendah, berita penyebaran virus Nipah mendorong beberapa negara Asia, termasuk Hong Kong, Malaysia, Singapura, Thailand  dan Vietnam juga Indonesia untuk memperketat kontrol bandara. Langkah-langkah tersebut termasuk pemeriksaan suhu dan formulir deklarasi kesehatan bagi para pelancong yang tiba dari India. “Tidak ada bukti peningkatan penularan dari manusia ke manusia,” sebut WHO.

Mereka menegaskan kembali virus Nipah tetap menjadi satu diantara patogen prioritas karena kurangnya pengobatan, potensi kematian dan kemungkinan virus tersebut berevolusi menjadi varian yang lebih mudah menular.

Sembari penyelidikan terhadap sumber wabah terus berlanjut, WHO menekankan pentingnya deteksi dini, isolasi yang tepat dan pencegahan di fasilitas kesehatan. 

WHO merekomendasikan agar masyarakat menghindari mengonsumsi getah kurma mentah, mencuci dan mengupas buah serta mengurangi kontak dekat dengan orang yang sakit. Perhatian medis dini sangat penting untuk meningkatkan angka kelangsungan hidup.

WHO meminta semua tetap waspada dan situasi terus dipantau secara internasional dengan penekanan pada kapasitas respons lokal dan kerja sama global.


Editor: Aspian Nur

Tags:

Gaya HidupBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Gaya Hidup.