KORANKALTIM.COM - Produsen mobil Amerika, Ford Motor Company, mengumumkan penarikan kembali lebih dari 254.000 kendaraan sport utility vehicle (SUV) di Amerika Serikat karena cacat perangkat lunak yang dapat menonaktifkan kamera pandangan belakang dan beberapa fitur bantuan pengemudi.
Melansir dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), penarikan kembali yang dikeluarkan pada Maret 2026 ini memengaruhi model Ford dan Lincoln yang diproduksi dari tahun 2022 hingga 2025 dan menyoroti peningkatan integrasi teknologi digital di sektor otomotif, dimana masalah kompatibilitas dan pembaruan sistem yang konstan telah meningkatkan risiko kegagalan operasional dan membutuhkan pengawasan yang lebih besar dari regulator.
Menurut dokumen resmi yang diterbitkan oleh NHTSA, kerusakan tersebut terkait dengan modul pemrosesan gambar, yang dalam kondisi tertentu dapat memulai ulang secara tiba-tiba.
Hal ini menyebabkan kamera spion kehilangan gambar dan menonaktifkan sistem keselamatan canggih, yang pada gilirannya membahayakan kemampuan pengemudi untuk melihat rintangan dan bereaksi terhadap situasi yang tidak terduga. Otoritas federal menunjukkan jenis kerusakan ini meningkatkan risiko kecelakaan.
Penarikan kembali ini menyusul kampanye sebelumnya terkait masalah keamanan perangkat lunak, sebuah fenomena yang semakin umum di industri ini. Digitalisasi sistem membuat produsen dan regulator menghadapi skenario di mana kesalahan dalam modul elektronik dapat membahayakan keselamatan pengguna dan memerlukan intervensi teknis segera.
Menurut NHTSA, alasan utama penarikan kembali ini adalah cacat pada Modul Pemrosesan Gambar A (IPMA), yang bertanggung jawab untuk memproses gambar kamera dan memasok data ke sistem bantuan pengemudi.
Badan tersebut mencatat dalam situasi seperti lalu lintas padat, modul dapat kelebihan beban karena melacak banyak objek bergerak, menyebabkan restart yang tidak terduga dan kerusakan terus-menerus pada kamera spion dan sistem lainnya.
Dokumen resmi menunjukkan pengemudi mungkin akan menemui pesan seperti “Kerusakan Kamera Depan,” “Bantuan Pencegahan Tabrakan Tidak Tersedia,” atau “Sistem Penjaga Jalur Mati” pada panel instrumen, beserta lampu peringatan di monitor titik buta.
Kejadian ini meningkatkan kemungkinan terjadinya tabrakan , karena pengemudi kehilangan referensi visual dan peringatan keselamatan secara real-time.
NHTSA memperingatkan ketiadaan sistem ini, yang wajib ada di semua model baru yang dijual di Amerika Serikat sejak 2018, merupakan risiko bagi keselamatan jalan raya, terutama di daerah perkotaan dengan kepadatan pejalan kaki dan kendaraan yang tinggi.
Editor: Aspian Nur




