Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Gaya Hidup

Aroma Jeruk Bisa Atur Emosi dan Kurangi Stres

Adi Putra
6 April 2026
0 views
3 min
(ilustrasiinfobae)

KORANKALTIM.COM - Aroma jeruk , termasuk di dalamnya jeruk bali dan buah sitrus lainnya ternyata memengaruhi emosi, meningkatkan relaksasi dan membantu mengurangi stres. 

Hal itu terungkap berdasarkan penelitian yang dilakukan sekelompok ilmuwan dan datanya diterbitkan dalam jurnal Food Quality and Safety setelah penelitian dilakukan di laboratorium yang khusus menganalisis aroma dan pengaruhnya terhadap emosi manusia.

Melansir dari portal kesehatan Infosalus Senin (6/4/2026) hari ini, tim tersebut meneliti bagaimana menghirup minyak esensial yang diekstrak dari berbagai jenis buah jeruk memengaruhi kondisi emosional dan fisiologis seseorang.

Penelitian ini mengintegrasikan teknologi sensorik canggih, seperti elektroensefalografi dan pemantauan sistem saraf otonom, bersama dengan analisis flavoromik untuk menangkap respons emosional sadar dan tidak sadar.

Hasil penelitian menunjukkan, paparan aroma ini meningkatkan aktivitas otonom yang terkait dengan relaksasi, memperbaiki ritme otak yang berhubungan dengan emosi positif, dan mengurangi indikator ketegangan. 

Peserta yang terpapar minyak jeruk menunjukkan tanda-tanda ketenangan emosional yang jelas dibandingkan dengan mereka yang mencium aroma tidak menyenangkan, yang digunakan sebagai kontrol dalam percobaan.

Studi ini menyoroti kalau respons emosional terhadap aroma makanan dapat bersifat kompleks, tidak disadari dan sulit diukur hanya melalui laporan diri. Karena itu pendekatan multidisiplin diterapkan yang menghubungkan perubahan fisiologis dan otak dengan senyawa aromatik tertentu.

Paparan minyak esensial jeruk navel, jeruk darah dan jeruk bali menghasilkan asimetri otak yang lebih besar di lobus parietal dan oksipital, suatu pola yang terkait dengan dominasi emosi yang menyenangkan. 

Hasil ini menunjukkan kalau aroma jeruk tidak hanya memengaruhi persepsi subjektif tetapi juga mengaktifkan respons saraf yang terukur , memperkuat potensinya untuk memodulasi keadaan emosional.

Pemindaian otak mengungkapkan peningkatan aktivitas gelombang alfa dan delta, terutama di wilayah frontal dan parieto-oksipital otak, area yang terkait dengan pengaturan emosi. Analisis flavolomik mengidentifikasi lebih dari 60 senyawa aromatik aktif dalam minyak esensial, meskipun hanya sebagian kecil yang menunjukkan korelasi langsung dengan manfaat emosional.

Hasil penelitian membuktikan kalau jeruk navel, jeruk darah dan jeruk bali memicu reaksi emosional positif. Analisis asimetri otak menunjukkan minyak-minyak ini mendukung dominasi belahan otak kiri di wilayah yang terkait dengan emosi, pola saraf yang terkait dengan pengaruh positif.

Studi yang dipublikasikan di Food Quality and Safety menyoroti bahwa molekul aromatik yang terdapat dalam minyak jeruk berhubungan dengan pengurangan ketegangan dan peningkatan aktivitas otak yang terkait dengan pengaruh positif (Gambar Ilustrasi Infobae).

Studi ini mengidentifikasi d-limonene, linalool, α-terpineol, dan geranial sebagai empat molekul kunci yang bertanggung jawab atas efek positif pada suasana hati. Senyawa-senyawa ini dikaitkan dengan penurunan penanda stres dan peningkatan penanda saraf emosi positif. 

Dengan menghubungkan respons emosional dengan molekul aromatik tertentu, penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk mengembangkan strategi yang memanfaatkan aroma jeruk untuk meningkatkan kesejahteraan mental.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Food Quality and Safety berpendapat kalau mengidentifikasi senyawa aromatik spesifik memungkinkan formulasi produk yang lebih tepat yang dirancang untuk mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan emosional. 

Informasi ini berguna baik untuk industri makanan maupun untuk desain lingkungan dan produk konsumen dengan aroma yang menenangkan.

Hasil penelitian memungkinkan penggabungan senyawa jeruk ke dalam makanan, minuman dan lingkungan rumah atau tempat kerja. Penelitian ini menunjukkan sinyal sensorik dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup dalam situasi sehari-hari.


Editor: Aspian Nur

Tags:

Gaya HidupBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Gaya Hidup.