Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Headline

Kabut Asap Karhutla Kembali Memburuk, ISPA di Berau Tembus 5.100 Kasus

Adi Putra
18 September 2026
0 views
•3 min
Kabut asap menyelimuti kawasan Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Berau, Jumat (18/9/2026). Kondisi udara yang kembali memburuk menjadi perhatian Pemkab Berau menyusul meningkatnya kasus ISPA. (Indri/Korankaltim.com)

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Berau, termasuk kawasan perkotaan Tanjung Redeb, Jumat (18/9/2026). 

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyoroti lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebut telah mencapai titik tertinggi sepanjang 2026.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan kondisi kabut asap sebelumnya sempat membaik. Namun, dalam sepekan terakhir, kualitas udara kembali memburuk dengan cepat.

“Awalnya sudah membaik, tetapi satu minggu belakangan kabut asap semakin tebal. Ini tentu menjadi perhatian,” kata Gamalis saat memantau kondisi udara di Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb, didampingi Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau.

Pemkab Berau selanjutnya melakukan pengukuran kualitas udara bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau. Pengukuran menggunakan standar Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk memastikan kondisi udara terkini.

“InsyaAllah hari ini kita pasang pengukuran udara dengan standar ISPU di Kantor Bupati. Hasilnya akan diketahui besok,” ujarnya.

Gamalis mengatakan hasil pengukuran tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan pemerintah. Masyarakat juga diminta kembali meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

“Kami mengimbau masyarakat kembali memakai masker dan mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak terlalu penting,” tuturnya.

Pemkab Berau juga berencana memperpanjang kebijakan Belajar dari Rumah (BDR). Ia mengingatkan kebijakan tersebut bukan berarti anak-anak bebas beraktivitas di luar rumah.

“Jangan sampai ketika BDR, anak-anak malah bebas keluar keluyuran. Itu selayaknya jangan,” tegasnya.

Imbauan tersebut menjadi penting menyusul meningkatnya kasus ISPA di Berau. Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Berau, Rahmawati, menyebut jumlah kasus ISPA telah mencapai sekitar 5.100 kasus.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya selama 2026. Dalam kondisi normal, kasus ISPA di Berau berada pada kisaran 2.000 hingga 3.000 kasus per bulan.

“Ini peningkatan kasus tertinggi di antara semua bulan selama 2026, sekitar 5.100 kasus. Itu belum termasuk masyarakat yang melakukan pengobatan mandiri di rumah,” jelas Rahmawati.

Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang memilih melakukan perawatan secara mandiri sehingga jumlah kasus sebenarnya berpotensi lebih besar dibandingkan data yang tercatat fasilitas kesehatan.

Kondisi tersebut diperburuk kualitas udara yang dalam beberapa waktu terakhir berada pada kategori tidak sehat dan sempat mencapai level berbahaya. Partikel udara berukuran kecil menjadi salah satu perhatian karena dapat masuk ke saluran pernapasan hingga paru-paru.

Dirinya menyebut hasil pemantauan sementara menunjukkan konsentrasi PM2,5 dan PM10 berada pada angka tinggi. Namun, Pemkab Berau masih menunggu hasil pengukuran resmi untuk memastikan tingkat pencemaran udara.

“Kita tidak bisa mengambil langkah secara sporadis dan terburu-buru. Ini sembari kawan-kawan DLHK melakukan pemantauan,” katanya.

Dinkes Berau pun kembali mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan serta menghindari aktivitas yang tidak mendesak.

“Oleh karena itu, biasakan gunakan masker setiap berada di luar ruangan dan hindari kegiatan yang kurang penting,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Tags:

HeadlineBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Headline.